Logo Bloomberg Technoz

Wanti-wanti Ekonom Soal Konsumsi Rumah Tangga Q3-2035 Lesu

Sultan Ibnu Affan
07 November 2025 08:00

Ilustrasi Keluarga Sehat (Dok. Envato)
Ilustrasi Keluarga Sehat (Dok. Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom mengkhawatirkan kinerja perekonomian Indonesia hingga akhir tahun masih akan terus dibayangi oleh kelesuan daya beli masyarakat, meski ekonomi pada kuartal III-2025 masih tumbuh 5,04% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurrahman mengatakan, itu tecermin dari melemahnya konsumsi rumah tangga menjadi sebesar 4,89% dari kuartal sebelumnya yang masih 4,97%.

"Pertumbuhan ekonomi Q3 2025 yang masih di atas 5% patut diapresiasi, namun perlambatan konsumsi rumah tangga menjadi sinyal penting bahwa daya dorong utama ekonomi mulai melemah," ujarnya saat dihubungi, Jumat (7/11/2025).


Rizal mengatakan, sejumlah penyebab itu juga terjadi lantaran adanya inflasi pangan yang masih tinggi, yang tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan riil, hingga kenakan biaya hidup yang turut menekan kelas menengah bawah.

Kelesuan tersebut, kata dia, juga menjadi sinyal penting kepada pemerintah jika daya beli masyarakat saat ini masih mengalami tekanan. Apalagi, kontribusi tersebut menjadi penopang utama produk domestik bruto (PDB).