Logo Bloomberg Technoz

Tren serupa juga terlihat pada batu bara metalurgi, dengan harga berjangka di Dalian mendekati level tertingginya tahun ini.

Tren produksi batu bara China. (Bloomberg)

Rencana pembangunan lima tahun China terbaru menunjukkan perubahan nada terkait kapan penggunaan batu bara harus mulai menurun, menandakan puncak konsumsi kemungkinan akan terjadi lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Asosiasi Batu Bara Nasional China pekan lalu menyatakan, permintaan diperkirakan masih akan tumbuh stabil tahun depan sebelum mencapai titik datar pada 2030.

Meski demikian, harga batu bara termal masih sekitar 7% lebih rendah dibandingkan tahun lalu, mencerminkan tekanan besar akibat peningkatan produksi yang masif setelah krisis pasokan pada awal dekade ini.

Sementara itu, energi terbarukan terus memperluas pangsa dalam pembangkitan listrik nasional, yang berarti surplus batu bara kemungkinan masih berlanjut pada tahun depan.

Bloomberg Intelligence memperkirakan harga acuan dapat turun ke rata-rata 660 yuan per ton pada 2026, dengan potensi kenaikan dibatasi di sekitar 850 yuan per ton, menurut catatan yang dirilis pekan ini.

Untuk sementara, faktor cuaca tetap menjadi variabel tak terduga. Namun, prakiraan resmi terbaru menunjukkan musim dingin mungkin tidak akan terlalu ekstrem.

Pusat Iklim Nasional memperkirakan suhu di sebagian besar wilayah akan berada di kisaran normal hingga sedikit di atas rata-rata pada Desember hingga Februari.

Curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya diperkirakan akan terjadi, yang bisa mengurangi kompetisi dari pembangkit listrik tenaga air terhadap penggunaan batu bara.

(bbn)

No more pages