Selain itu, BNI mendorong UMKM naik kelas ke level global melalui program BNI Xpora dan Diaspora Loan, yang membantu pelaku usaha berorientasi ekspor memperluas pasar dan memperkuat daya saing di luar negeri. Untuk memastikan pembiayaan tepat sasaran, BNI telah menerapkan robust credit scoring tools sejak 2024 dan mengimplementasikan Tactical Account Planning (TAP) guna mengoptimalkan profitabilitas nasabah dari sisi lending maupun non-lending.
Sinergi antara Commercial Banking, Corporate Banking, dan Institutional Banking terus diperkuat untuk menangkap peluang pembiayaan dari rantai pasok ekosistem bisnis nasabah korporasi. Selain itu, BNI juga mengembangkan capability-enhanced outlets menjadi pusat layanan terpadu yang memberikan solusi keuangan komprehensif bagi pelaku usaha di berbagai wilayah.
"Kami akan terus berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang tangguh, dengan kebijakan pembiayaan yang adaptif serta dukungan terhadap regulasi pemerintah," pungkas Iqbal.
Dengan strategi menyeluruh tersebut, BNI menegaskan posisinya sebagai bank nasional yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pembiayaan produktif dan inklusif, BNI berkomitmen mencetak UMKM yang tangguh, berdaya saing global, serta menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
(tim)





























