Melalui perpaduan edukasi interaktif dan aksi nyata, para pelajar tidak hanya memahami penyebab serta dampak perubahan iklim, tetapi juga berperan langsung dalam upaya mitigasi, seperti penanaman mangrove dan pengolahan limbah plastik menjadi produk ramah lingkungan.
“Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan sosial lingkungan yang berdampak luas dan berkelanjutan,” kata Dhanny.
Secara terpisah, Guru SMP Negeri 1 Muara Gembong, Hendri Saluanudin, menyampaikan bahwa kegiatan BRI Peduli ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi bencana alam, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta kepedulian terhadap sesama.
“Materi yang disampaikan sangat menarik, aplikatif, dan mudah dipahami oleh anak-anak, disertai implementasi di lapangan yang menyadarkan para siswa akan pentingnya menjaga ekosistem serta dampak nyata dari perubahan iklim terhadap kehidupan sehari-hari,” tutur Dhanny.
Sebagai informasi, penanaman mangrove di Muara Gembong merupakan bagian dari inisiatif BRI Menanam – Grow & Green, yang berfokus pada pemulihan dan pelestarian ekosistem secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai local heroes dalam menjaga kelestarian alam. Hingga kini, BRI Peduli melalui program tersebut telah menanam 25.000 bibit mangrove, 45.300 bibit pohon produktif, serta mentransplantasi 5.430 fragmen karang di berbagai wilayah Indonesia.
(tim)





























