Ia menambahkan, penggunaan eksosom lebih tepat dimulai ketika produksi kolagen alami tubuh mulai menurun, biasanya pada usia 25 tahun ke atas.
Di usia tersebut, tanda-tanda awal penuaan seperti kulit kusam dan garis halus mulai muncul, sehingga stimulasi regenerasi kulit bisa lebih bermanfaat.
Meski begitu, dr. Ruri menyarankan masyarakat tetap berhati-hati terhadap klaim berlebihan produk eksosom, terutama yang belum memiliki izin edar resmi.
“Pastikan produk yang digunakan telah terdaftar di BPOM dan konsultasikan dengan dokter kulit sebelum memulai perawatan,” ujarnya.
Eksosom diprediksi akan menjadi salah satu inovasi besar di industri skincare. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan usia kulit, bukan semata mengikuti tren kecantikan yang sedang viral
(dec/spt)




























