Logo Bloomberg Technoz

Nilai impor migas susut 11,21% secara year-to-date ke level US$23,74 miliar, dengan impor minyak mentah sebesar US$6,76 miliar dan hasil minyak mencapai US$16,98 miliar.

Di sisi lain, nilai ekspor migas mengalami koreksi 14,09% ke level US$10,03 miliar sepanjang Januari-September 2025.

Pelemahan ekspor migas itu disebabkan karena koreksi ekspor minyak mentah sebesar 28,06% menjadi US$1,19 miliar dan ekspor hasil minyak turun 3,17% ke level US$3,3 miliar.

Sementara itu, ekspor gas alam ikut mengalami pelemahan sebesar 16,22% menjadi US$5,52 miliar.

Permintaan Domestik

Dinamika impor migas itu belakangan ikut didorong oleh menguatnya permintaan bahan bakar minyak (BBM) di pasar domestik, yang belakangan menyebabkan stok bensin di jaringan SPBU swasta habis.

Sekadar catatan, tahun ini pemerintah mempersingkat durasi izin impor BBM oleh BU swasta menjadi 6 bulan dari biasanya 1 tahunan. Dalam durasi yang singkat tersebut, SPBU swasta diberi kuota impor periode 2025 sebanyak 10% lebih banyak dari realisasi tahun lalu.

Kendaraan memasuki SPBU BP-AKR di Simprug, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dalam perkembangannya, saat realisasi impor telah terpenuhi lebih cepat akibat tingginya permintaan BBM di SPBU swasta, Kementerian ESDM menolak untuk memberikan tambahan rekomendasi kuota impor, sehingga menyebabkan gangguan pasok di hampir seluruh jaringan SPBU swasta.

Belakangan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengambil kebijakan agar pemenuhan kebutuhan BBM untuk SPBU swasta dilakukan oleh Pertamina melalui impor dalam format base fuel, atau BBM dasaran tanpa ada campuran bahan aditif.

Pertamina Patria Niaga telah melakukan impor BBM dasaran atau base fuel sebanyak 200.000 barel lewat dua kali pembelian. BBM dasaran itu rencanannya akan disalurkan ke sejumlah operator SPBU swasta untuk menambal kelangkaan bensin.

Adapun, PT Aneka Petroindo Raya (APR), operator SPBU BP-AKR telah menyerap 100.000 barel BBM dasaran dari Pertamina Patra niaga.

“Ya betul sejumlah 100.000 barel MB yg didatangkan melalui impor dengan pengadaan khusus antara Pertamina dengan APR,” kata Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun ketika dimintai konfirmasi, dikutip Senin (3/11/2025).

(naw)

No more pages