Logo Bloomberg Technoz

Studi: AI Justru Perpanjang Jam Kerja Bukan Mempersingkat

Farid Nurhakim
29 October 2025 09:20

Ilustrasi AI Diprediksi Mendorong Keuntungan Pasar Berkembang (Bloomberg)
Ilustrasi AI Diprediksi Mendorong Keuntungan Pasar Berkembang (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kerap berfokus pada pekerjaan apa yang mungkin bakal digantikannya atau berapa banyak waktu yang bisa dihemat di tempat kerja. Namun pada penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ekonom dari berbagai universitas termasuk profesor keuangan di Emory University, Wei Jiang, menunjukkan bahwa AI kemungkinan melakukan hal sebaliknya: memperpanjang jam kerja.

Penelitian mereka bertajuk “AI and the Extended Workday: Productivity, Contracting Efficiency, and Distribution of Rents”. Selain Wei Jiang, terdapat beberapa ekonom lainnya yang terlibat yakni Junyoung Park berasal dari Auburn University, Rachel (Jiqiu) Xiao dari Fordham University, dan Shen Zhang dari Seton Hall University.

Kelompok ini menemukan bahwa ketika seseorang beralih ke pekerjaan dengan paparan AI yang tinggi, mereka bisa bekerja 3,5 jam lebih lama per pekan. 


Ketidakseimbangan itu akhirnya menggantikan aktivitas yang tak berbasis layar, seperti sosialisasi dan olahraga. Jiang menjelaskan bahwa penelitian mereka adalah satu-satunya yang berfokus pada margin intensif.

“Semua orang membicarakan tentang pekerjaan apa yang akan digantikan oleh AI, namun mereka tidak membicarakan tentang cara orang bekerja saat mereka sedang bekerja,” kata dia, menukil Emory Business, Rabu (29/10/2025).