Sebagai langkah lanjutan, Pemprov DKI Jakarta melalui DPPKUKM DKI Jakarta akan melakukan aktivasi kawasan dengan menghadirkan berbagai kegiatan tematik seperti pertunjukan seni budaya, edukasi fauna, roadshow kesehatan hewan, serta event promosi dan komunitas.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menarik pengunjung, tetapi juga menjadi ajang promosi bagi para pedagang agar lebih dikenal masyarakat luas.
Pemprov DKI Jakarta juga memberikan perhatian khusus bagi para pedagang yang berpindah ke lokasi baru ini. Berbagai bentuk pendampingan dan insentif transisi diberikan, di antaranya hak memilih lokasi premium bagi pedagang yang lebih awal bersedia pindah, serta gratis sewa kios selama enam bulan untuk meringankan beban modal awal.
Para pedagang juga mendapatkan akses ke pelatihan kewirausahaan, edukasi digital, pendampingan usaha, promosi, dan pengembangan produk melalui program kolaboratif bersama Jakpreneur. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov dalam membangun ekosistem ekonomi rakyat yang tangguh dan berdaya saing.
“Kami ingin memastikan bahwa penataan kawasan ini tidak hanya mengubah wajah kota, tetapi juga membawa manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Sentra ini bukan sekadar tempat berdagang, melainkan ruang publik baru yang menghidupkan interaksi sosial, melestarikan nilai lingkungan, dan memperkuat identitas kota Jakarta,” tutup Ratu.
Revitalisasi Kawasan Barito
Sebelumnya, melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), Pemprov DKI tengah merevitalisasi kawasan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi Taman Bendera Pusaka — kawasan hijau terpadu hasil penggabungan tiga taman eksisting: Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser.
Kawasan seluas sekitar 5,5 hektare itu dirancang tidak hanya sebagai ruang hijau estetis, tetapi juga sebagai bagian dari sistem ekologis kota untuk pengendalian banjir, pengelolaan air limbah, serta peningkatan kualitas udara dan sosial masyarakat.
(spt)





























