Logo Bloomberg Technoz

Tren Wisata 2026: Dari Quietcation hingga Wisata Budaya

Dinda Decembria
03 January 2026 13:30

Ilustrasi pariwisata di Paris, Prancis. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi pariwisata di Paris, Prancis. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri pariwisata global diproyeksikan mengalami pergeseran signifikan pada 2026. Data dari grup hotel terkemuka dunia, perusahaan perjalanan, serta peramal tren menunjukkan bahwa wisatawan semakin mengarah pada liburan yang tenang, terencana, dan sangat personal, seiring meningkatnya kelelahan mental akibat kehidupan modern yang serba cepat dan digital.

Dilansir dalam BBC, para analis industri mencatat, tren perjalanan tahunan kerap ditandai dengan istilah-istilah baru seperti coolcation atau flashpacking. Namun di balik istilah tersebut, pola utamanya mencerminkan perubahan gaya hidup dan cara wisatawan memaknai liburan, bukan sekadar berpindah tempat.

Tren pertama yang diprediksi mendominasi 2026 adalah quietcation atau liburan tenang. Konsep ini menekankan keheningan, kenyamanan, dan pelepasan diri dari tekanan digital. Wisata tanpa gawai, kabin sunyi, hingga retret dalam kegelapan menjadi pilihan bagi pelancong yang ingin memulihkan diri secara mental dan emosional.


Kedua, integrasi kecerdasan buatan (AI) semakin kuat dalam perencanaan perjalanan. AI generatif digunakan untuk menyusun rencana liburan berbasis preferensi personal, mulai dari pemesanan hingga rekomendasi destinasi. Meski memudahkan, para ahli mengingatkan risiko pariwisata berlebihan dan penipuan akibat rekomendasi algoritmik.

Tren ketiga adalah kepercayaan di atas pilihan, di mana wisatawan memilih pengalaman perjalanan tanpa harus mengambil keputusan. Liburan misteri, pelayaran tanpa rute yang diumumkan, hingga perjalanan dengan agenda sepenuhnya diatur penyelenggara kian diminati untuk mengurangi kelelahan pengambilan keputusan.