Kopdes Merah Putih Metuk Hadirkan Gas dan Beras Murah
Redaksi
27 October 2025 21:18

Bloomberg Technoz, Boyolali - Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) Metuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjadi solusi bagi warga dan pemilik warung kelontong lokal. Sejak resmi beroperasi penuh pada 14 Oktober 2025, koperasi ini menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasaran umum.
Langkah ini sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. Dengan menggandeng pedagang dan petani sekitar, Kopdes MP Metuk menciptakan sistem distribusi yang saling menguntungkan, di mana warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga murah tanpa harus bergantung pada waralaba besar.
Harga Gas dan Beras Lebih Terjangkau
Manajer Operasional Kopdes MP Metuk, Sumono, menjelaskan, pendirian koperasi ini berangkat dari musyawarah bersama warga dan pemilik toko sembako. Keberhasilan koperasi tidak lepas dari dukungan mereka yang bersedia mengambil barang dari Kopdes MP.
"Kita musyawarah dulu dengan sejumlah toko sembako di sekitar Kopdes MP. Dan mereka malah bersedia mengambil barang dari kita," kata Manajer Operasional Kopdes MP Metuk, Sumono, Senin (27/10).
Salah satu komoditas favorit warga adalah gas melon ukuran 3 kilogram (kg). Di Kopdes MP Metuk, harga gas ini hanya Rp18.000, lebih murah dibandingkan warung kelontong yang mematok harga di atas Rp20.000.
"Kami dapat dari agennya Rp15.520 untuk gas melon. Jadi kami bisa jual Rp18 ribu ke pembeli, lebih murah dari warung kelontong," kata Mono, sapaan Sumono.
Selain gas, minyak goreng ukuran satu liter dijual Rp15.700 dengan modal Rp14.600. Perbedaan harga ini membuat perputaran barang tetap sehat dan warga mendapatkan keuntungan langsung dari harga murah.
Beras, Minyak, dan Sayur Jadi Incaran Warga
Mono menambahkan bahwa beras dan minyak menjadi barang yang paling laris karena harganya lebih murah dibandingkan pasaran. Koperasi ini pun membatasi pembelian untuk menghindari stok cepat habis.
"Penjualan beras luar biasa. Minyakita juga kerap diserbu langsung habis. Akhirnya ID Food sebagai pemasuk menyarankan agar pembeli dibatasi maksimal dua liter ketika stok di gudang terbatas," katanya.
Untuk sayur mayur, warga memilih membeli di Kopdes MP Metuk karena kesegarannya. Barang diambil langsung dari petani lokal dan dikemas dengan baik, sehingga tetap menarik dan aman dikonsumsi.
"Sayur juga suka cepat habis. Boyolali kan dekat dengan (Gunung) Merbabu dan Merapi," kata Mono yang menyebut jika sayuran langsung mengambil dari petani di pasar grosir.
Sayuran yang paling diminati antara lain terong, bayam, dan kentang. Kesegaran dan harga terjangkau menjadi daya tarik utama bagi pembeli.
Pusat Ekonomi Desa yang Mandiri
Kopdes MP Metuk terbentuk sejak 15 Mei 2025, dengan fasilitas lengkap meliputi gerai sembako, apotek, klinik, kantor koperasi, koperasi simpan-pinjam (dalam proses), gudang, dan gerai pertanian. Koperasi ini mengutamakan produk lokal, seperti beras produksi Metuk, sayur-sayuran, jamu calung, keripik tempe, keripik ketela, keripik kulit lele, telur asin, dan abon. Beberapa barang diterima tanpa harus menyimpan modal terlebih dulu.
Sejak awal, Kopdes MP Metuk fokus pada pemberdayaan ekonomi desa dan mendukung para petani serta pedagang lokal. Dengan harga bersaing dan kualitas produk yang terjaga, koperasi ini berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kopdes MP Metuk kini menjadi simbol ekonomi desa yang berdaya saing, membuktikan bahwa koperasi lokal mampu bersaing dengan jaringan ritel besar sambil tetap menjaga kesejahteraan warga.





























