Logo Bloomberg Technoz

10 Saham yang Akan Naik di Tahun 2026

Advertorial
03 February 2026 15:07

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah dinamika pasar saham yang terus berubah, mencari saham yang akan naik menjadi prioritas bagi investor. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi tahun pertumbuhan, didorong oleh sektor teknologi, energi terbarukan, dan infrastruktur. Artikel ini menyajikan 10 rekomendasi saham dan ETF yang berpotensi naik. Prediksi ini didasarkan pada analisis kinerja awal tahun, outlook ekonomi, dan rekomendasi analis terkini. Ingat, investasi saham selalu melibatkan risiko, jadi lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.

Sektor Saham yang Diprediksi Akan Naik di Tahun 2026

Di tahun 2026, sektor saham yang diperkirakan mengalami pertumbuhan akan didominasi oleh sektor-sektor yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi dan perkembangan teknologi. Selain itu, saham perusahaan tambang logam mulia juga berpotensi menarik perhatian investor seiring peran logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Tren ini tidak hanya terlihat di pasar domestik, tren pasar saham luar negeri seperti saham Amerika Serikat juga diprediksi bergerak positif pada sektor-sektor yang serupa. Kondisi ini membuat pasar saham Amerika tetap menjadi salah satu acuan utama investor global.

Selain saham individual, ETF Amerika juga menjadi pilihan investasi yang semakin populer. ETF (Exchange Traded Fund) merupakan instrumen investasi yang berisi kumpulan saham yang diperdagangkan di bursa layaknya saham biasa. Melalui ETF, investor dapat memperoleh eksposur ke banyak perusahaan atau sektor sekaligus dalam satu produk, sehingga membantu diversifikasi risiko.

ETF seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) merepresentasikan kinerja sekitar 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat, sedangkan Invesco QQQ Trust (QQQ) berfokus pada saham-saham teknologi utama di Nasdaq.

Di sisi lain, terdapat ETF berbasis komoditas seperti iShares Silver Trust (SLV) yang sering disebut sebagai “perak digital” karena pergerakannya mengikuti harga perak dunia dan memberikan eksposur ke logam mulia tanpa perlu menyimpan aset fisik.

Daftar 10 Saham yang Akan Naik di Tahun 2026

Berikut ini adalah 10 saham yang dipilih berdasarkan posisi bisnis, arah industri, dan potensi kinerja perusahaan dalam kedepannya.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

BBCA dikenal sebagai bank dengan fundamental terkuat di Indonesia. Konsistensi pertumbuhan laba, kualitas manajemen risiko, serta dominasi di segmen perbankan ritel menjadikan saham ini menarik untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Sebagai pemain utama di sektor telekomunikasi dan digital, TLKM diuntungkan oleh pertumbuhan data, layanan cloud, dan digitalisasi bisnis. Transformasi digital yang berkelanjutan berpotensi mendorong kinerja saham TLKM di tahun-tahun mendatang.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

ANTM merupakan perusahaan tambang milik negara yang bergerak di komoditas strategis seperti emas, nikel, dan bauksit. Prospek saham ANTM dinilai positif seiring meningkatnya permintaan nikel untuk industri kendaraan listrik serta peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

PT Astra International Tbk (ASII)

ASII adalah saham konglomerasi dengan diversifikasi bisnis yang luas, mulai dari otomotif, keuangan, hingga energi. Stabilitas bisnis dan ekspansi ke sektor kendaraan listrik membuat ASII tetap relevan sebagai saham defensif sekaligus bertumbuh.

Apple Inc. (AAPL)

Apple mengandalkan ekosistem tertutup yang menggabungkan perangkat keras, software, dan layanan digital dalam satu pengalaman pengguna. Kontribusi pendapatan dari layanan seperti App Store, iCloud, dan Apple Music terus meningkat dan memperkuat margin bisnis.

NVIDIA Corporation (NVDA)

NVIDIA menjadi pemain kunci dalam infrastruktur kecerdasan buatan, khususnya pada chip untuk data center dan komputasi AI. Keunggulan teknologi GPU dan dominasi pasar memberi perusahaan daya tawar tinggi terhadap klien besar. Namun, valuasi saham yang tinggi membuat pergerakannya sensitif terhadap ekspektasi pertumbuhan industri AI.

Microsoft Corporation (MSFT)

Microsoft memiliki diversifikasi pendapatan yang kuat dari software, cloud, dan layanan enterprise. Azure menjadi pendorong utama pertumbuhan seiring meningkatnya adopsi cloud oleh perusahaan global. Integrasi AI ke dalam produk seperti Office dan Windows memperkuat posisi kompetitif Microsoft di pasar teknologi.

SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY)

SPY memberikan eksposur ke 500 perusahaan terbesar di AS. ETF ini banyak digunakan sebagai tolok ukur pasar karena komposisinya yang luas dan likuiditas tinggi. Pergerakan SPY sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga dan kondisi ekonomi makro AS.

Invesco QQQ Trust (QQQ)

QQQ berfokus pada saham teknologi besar di Nasdaq. Ketergantungan pada sektor teknologi membuat ETF ini berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi, namun dengan volatilitas yang juga lebih besar. QQQ sering dipilih investor yang ingin fokus pada pertumbuhan dibanding stabilitas.

iShares Silver Trust (SLV)

SLV mengikuti pergerakan harga perak dunia yang dipengaruhi oleh permintaan industri dan sentimen makroekonomi. Selain sebagai logam mulia, perak memiliki peran penting dalam teknologi dan energi terbarukan. ETF ini kerap digunakan sebagai diversifikasi ketika pasar saham mengalami tekanan.

Beli Saham Amerika & ETF di Aplikasi Saham Luar Negeri Terbaik di Indonesia

Bagi investor yang ingin mengakses saham Amerika dan ETF global, kini tersedia aplikasi investasi dari Indonesia yang mendukung pasar luar negeri seperti Reku. Melalui Reku, pengguna dapat berinvestasi pada saham AS dan ETF Amerika populer hanya dengan modal $1, sekaligus memiliki akses ke aset kripto dalam satu platform. Soal legalitas, Reku sudah terdaftar di BAPPEBTI dan diawasi oleh OJK.

Selain antarmuka yang simple dan ramah pemula, Reku juga menawarkan biaya trading rendah serta berbagai fitur unggulan seperti Reku Insights, Overnight trading (bisa trading hingga 24 jam), proses konversi IDR - USD yang mudah, keamanan berlapis,  hingga dukungan CS 24/7 bersama tim ahli langsung bukan bot. Sehingga investor bisa lebih aman dan mudah dalam bertransaksi.

Itulah tadi penjelasan beberapa saham yang akan naik di tahun ini. Tahun 2026 menawarkan berbagai peluang investasi, baik dari saham Indonesia, saham Amerika Serikat, hingga ETF global yang mencerminkan tren ekonomi dan industri jangka menengah.

Dengan memahami sektor, instrumen, dan karakter masing-masing aset, investor dapat menyusun strategi investasi yang lebih terarah dan seimbang. Pada akhirnya, konsistensi, diversifikasi, dan pemahaman risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar saham yang terus berubah. Jangan lupa juga untuk menggunakan aplikasi yang terpercaya sebagai platform untuk investasi. 

Disclaimer: Konten ini merupakan iklan advertorial yang bertujuan memberikan informasi kepada pembaca. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan atau rekomendasi investasi atas produk atau instrumen tertentu. Segala keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Bloomberg Technoz tidak bertanggung jawab atas konsekuensi yang timbul dari keputusan tersebut.