Logo Bloomberg Technoz

Awalnya, Trump mengatakan konstruksi di kompleks Gedung Putih tidak akan "mengganggu bangunan yang ada" dan rencana proyek tersebut menghormati sepenuhnya gaya arsitektur struktur yang ada. Dia juga memperkirakan total biaya sekitar US$200 juta.

Pada Rabu, Trump mengatakan biayanya telah naik menjadi US$300 juta atau sekira hampir Rp5 triliun, tetapi akan dibayar sepenuhnya oleh "saya dan beberapa teman," termasuk donatur.

Pejabat senior Gedung Putih, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut proyek tersebut sebagai upaya modernisasi dan pembongkaran tersebut akan selesai dalam beberapa hari ke depan. Pejabat itu mengatakan rencana Trump bisa berubah dan ada alasan struktural dan keamanan di balik pembongkaran tersebut.

Trump mengungkap bahwa militer "sangat terlibat" dalam upaya tersebut, yang tampaknya merujuk pada masalah keamanan.

Pembongkaran tersebut menuai kritik setelah foto-foto sayap timur yang sedang dirobohkan beredar awal pekan ini. 

National Trust for Historic Preservation, melalui surat pada Selasa, mendesak pemerintah untuk "menunda pembongkaran hingga rencana pembangunan ballroom yang diusulkan melewati proses peninjauan publik yang diwajibkan secara hukum" dan menyatakan kekhawatiran bahwa ukuran "konstruksi baru yang diusulkan akan membebani Gedung Putih sendiri."

Trump menjawab pertanyaan tentang sejauh mana transparannya yang dia tunjukkan terkait proyek tersebut.

"Proyek ini mendapat ulasan yang sangat bagus. Saya pikir kami lebih transparan daripada siapa pun," ujar Trump di Ruang Oval.

Rencana ballroom Trump mencakup pembangunan ruang seluas sekitar 9.000 meter persegi dengan kapasitas tempat duduk 650 orang—meski awal pekan ini dia mengatakan bahwa proyek yang selesai akan menampung 999 orang.

Menurut Gedung Putih, arsitek utama proyek ini adalah McCrery Architects yang berbasis di Washington DC. Sementara Clark Construction akan memimpin tim konstruksi dan AECOM memimpin tim teknik. Dinas Rahasia AS akan menangani peningkatan keamanan yang diperlukan.

Penyertaan donatur swasta dalam proyek di kompleks Gedung Putih ini menimbulkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan bagi presiden yang juga sering mencampuradukkan urusan pribadi dengan tugas resmi.

Pekan lalu, Trump menjamu para miliarder dan eksekutif perusahaan di Gedung Putih untuk membahas proyek tersebut. Di antara yang hadir ialah Steve Schwarzman dari Blackstone Inc, Harold Hamm dari Continental Resources Inc, serta miliarder kripto Tyler dan Cameron Winklevoss.

(bbn)

No more pages