Smelter Freeport Mandek, Divestasi 12% Saham Bisa Terdampak?
Azura Yumna Ramadani Purnama
14 October 2025 12:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minerba memandang berhentinya operasional smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur tidak akan memberikan dampak langsung terhadap proses divestasi 12% saham ke pemerintah.
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy meyakini Freeport dapat mengatasi gangguan operasional di tambang Grasberg Block Cave (GBC) dan smelter tembaganya tersebut. Perusahaan juga sudah menyatakan rencana perbaikan tambang yang akan dilakukan hingga 2027.
“Seharusnya bukan menjadi persoalan yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses penambahan kepemilikan saham. Kami percaya jika dengan kapabilitas Freeport yang ada saat ini, proses dimulainya produksi dan operasional kembali setelah investigasi kecelakaan tambang selesai dapat berlangsung dengan baik,” kata Sudirman ketika dihubungi, Selasa (14/10/2025).
Perpanjangan IUPK
Bagaimanapun, Sudirman menilai akuisisi tambahan 12% saham Freeport tersebut harus menjadi satu kesatuan dengan proses perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport selepas 2041.






























