Logo Bloomberg Technoz

"Ternyata di Tepi Barat menghasilkan alpukat yang cukup besar. Namun, saat ini terkendala karena keterbatasan keberadaan pupuknya, teknologi pengolahanya, pengembangannya, dan pemasaran," ujarnya.

Dalam kerja sama pengembangan alpukat, para petani Palestina didatangkan ke Indonesia oleh Jaica dengan anggaran Rp1 miliar. Petani tersebut kemudian mengikuti pelatihan pengembangan alpukat di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan di Malang, Jawa Timur. Melalui LDKPI, Indonesia menanggung kebutuhan mereka di Malang sekitar Rp1 miliar. 

"Totalnya itu sekitar Rp2 miliar, di mana sekitar Rp1 miliar ditanggung oleh Jaica dengan mendatangkan mereka ke Indonesia. Kemudian untuk kebutuhan domestiknya ditanggung oleh LDKPI," tukas Dalyono.

(dov/ros)

No more pages