Dinamika nilai tukar ringgit juga membebani harga CPO. Sepanjang minggu lalu, mata uang Negeri Harimau Malaya menguat 0,32% terhadap dolar AS. Dalam sebulan terakhir, ringgit terapresiasi 0,37%.
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Penguatan ringgit akan membuat kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk pekan ini? Apakah bisa naik lagi atau kembali ke jalur koreksi?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO berada di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 72. Menghuni area beli (long) yang kuat.
Untuk perdagangan minggu ini, harga CPO masih berisiko mengalami koreksi. Namun sepertinya relatif terbatas.
Cermati pivot point di MYR 4.416/ton. Dari sini, harga CPO bisa mengetes support MYR 4.405/ton yang menjadi Moving Average (MA) 10.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah MA-200 di MYR 4.375/ton.
Andai masih kuat naik, maka harga CPO akan menguji resisten terdekat di MYR 4.463/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga CPO dengan target paling optimistis atau resisten terjauh di MYR 4.510/ton.
(aji)



























