Lewat model pembayaran anyar itu, Astera mengklaim, serapan anggaran MBG belakangan terlihat lebih cepat dan efektif.
“Jadi sejak Juni, Juli, Agustus, terus Agustus ke September ini naik tiga kali lipat,” kata Astera.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total penerima program MBG telah mencapai 30 juta orang per September 2025, jumlah penerima itu bergerak dari posisi bulan sebelumnya di level 22,7 juta orang.
Sementara itu, data SPPG telah mencapai 13 ribu per September 2025, atau lompat sekitar 70% dari posisi SPPG bulan sebelumnya sebanyak 7.644.
"Itu buktinya sudah ada percepatan yang cukup signifikan setelah bulan April,” tuturnya.
Adapun, pemerintah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp71 triliun tahun ini.
Postur belanja program unggulan Prabowo itu bakal naik ke level Rp335 triliun, atau melesat 371,8% dibandingkan dengan anggaran tahun ini.
Sebelumnya, Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kementeriannya bakal mengalihkan anggaran MBG jika alokasi yang disediakan tidak terserap optimal.
Komitmen itu disampaikan Purbaya merespons polemik serapan anggaran sejumlah program anggaran Prabowo tahun ini.
"Even untuk program MBG, kita akan monitor sampai akhir Oktober, gimana [penyerapannya]?, Bisa ga sampai Desember? Kalau ngga, kita potong, kita alihkan ke tempat yang lain," kata Purbaya dalam sesi wawancara dengan Bloomberg Technoz, belum lama ini.
(ibn/naw)



























