Meski Mahfud mengakui bahwa proporsi keracunan ini relatif kecil dibanding total distribusi MBG, ia menekankan bahwa persoalan kesehatan dan keselamatan tidak bisa dilihat sekadar angka statistik. “Ini bukan soal angka, menyangkut nyawa,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Mahfud meminta agar tata kelola program MBG dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menyoroti perlunya kepastian hukum atas pelaksanaan program tersebut agar tanggung jawab jelas.
Sebelumnya, pemerintah menyebut bahwa kasus keracunan MBG hanya sekitar 0,0017% dari total paket yang disalurkan. Namun Mahfud melihat bahwa meski kecil secara statistik, setiap kasus tetap penting untuk ditangani serius.
Kasus ini kembali memperuncing diskusi publik tentang keamanan pangan dalam program yang menyasar anak sekolah. Banyak pihak menyerukan penguatan pengawasan, evaluasi prosedur, dan transparansi dalam pelaksanaan MBG agar manfaatnya benar-benar maksimal dan aman bagi penerima manfaat.
(smd/spt)





























