Menurut perkiraan Kantor Anggaran Kongres yang nonpartisan, sebanyak 750.000 pegawai federal akan dirumahkan sementara, bahkan jika Trump tidak melanjutkan PHK permanen.
Dampak politik akan meluas bagi Trump dan Demokrat menjelang pemilu paruh waktu yang krusial tahun depan. Para pemimpin kedua partai fokus pada pernyataan publik mereka untuk saling menyalahkan.
"Mereka ingin mencoba mengintimidasi kami—mereka tidak akan berhasil—agar menyetujui RUU partisan mereka," kata Pemimpin Senat dari Demokrat Chuck Schumer, Selasa. "Itulah mengapa kita sedang menuju penutupan pemerintah."
Demokrat "mengambil risiko dengan melakukan shutdown," kata Trump dalam acara di Ruang Oval pada Selasa siang. "Kami tidak akan menutupnya. Kami tidak ingin menutupnya karena kami memiliki periode waktu yang terbaik."
Ketika ditanya tentang kemungkinan shutdown, Trump menjawab, "Tidak ada yang pasti, tapi saya kira kemungkinan besar akan terjadi."
Ketua DPR Mike Johnson, anggota Republik dari Louisiana, juga memprediksi bahwa shutdown akan segera terjadi. "Saya optimistis, tetapi saya agak skeptis pagi ini," ungkapnya kepada CNBC, Selasa.
Meski kesepakatan anggaran di menit-menit terakhir telah mencegah beberapa ancaman shutdown dalam beberapa tahun terakhir, taruhannya kali ini sangat tinggi. Gedung Putih mengancam akan memecat karyawan, alih-alih merumahkan mereka. Para pemimpin Demokrat sendiri di bawah tekanan besar dari sayap progresif partai tersebut untuk menentang Trump.
Saham berfluktuasi pada Selasa pagi karena prospek shutdown memicu kekhawatiran mengenai berapa lama hal ini akan berlangsung dan apa dampak dari penundaan rilis data ekonomi utama terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) mendatang.
Johnson menuduh Demokrat bermain politik dengan upaya mereka untuk memperbarui kredit pajak kesehatan. Dia mengatakan hal itu tidak harus diselesaikan hingga akhir tahun saat kredit pajak tersebut berakhir.
"Buka pemerintahan terlebih dahulu, baru kita akan mendiskusikan semuanya," katanya. "Namun, sekarang, itu hanyalah pengalihan isu."
Pemimpin DPR dari Demokrat, Hakeem Jeffries menuduh Republik tidak bersedia berpartisipasi dalam negosiasi bipartisan, mengatakan kepada CNBC pada Selasa bahwa partainya menolak menjadi bagian dari pendekatan "cara saya atau tidak sama sekali."
Republik dalam beberapa hari terakhir terus mengulangi frasa "Schumer shutdown" untuk menyalahkan lawan politik mereka, Demokrat.
"Chuck Schumer membutuhkan 'Schumer shutdown' dan saya pikir itulah yang mungkin sedang kita tuju," kata Pemimpin Senat dari Republik, John Thune kepada CNBC, Selasa.
Kian Pecah
Para anggota Kongres tampaknya tidak mendekati kesepakatan setelah pertemuan pada Senin di Gedung Putih justru semakin mempertegas perpecahan mereka yang memburuk. Demokrat berusaha memperpanjang subsidi kesehatan dan membatalkan pemotongan dana Medicaid—bagian dari undang-undang pajak andalan Trump yang disahkan awal tahun ini.
Republik bersikeras pada sesuatu yang mereka sebut sebagai resolusi berkelanjutan yang bersih—tanpa serangkaian kebijakan kontroversial—yang akan memperpanjang pendanaan pemerintah hingga 21 November.
Thune mengatakan kepada wartawan bahwa tuntutan Demokrat tersebut merupakan "penyanderaan." Meski ada kesempatan untuk membahas perubahan kredit pajak premi kesehatan dengan Demokrat, Thune mengatakan, "kita bahkan tidak busa mendiskusikan hal itu sampai pemerintah tetap beroperasi."
Sampai saat itu, Thune mengatakan Senat akan melakukan pemungutan suara berulang kali atas RUU anggaran jangka pendek untuk membuka kembali pemerintahan.
Senator John Barrasso, anggota pimpinan Senat dari Republik, mengatakan majelis akan reses untuk liburan Yom Kippur pekan ini jika terjadi shutdown. Namun, ia kemudian kembali ke Washington dan melakukan pemungutan suara hingga akhir pekan.
Jika Trump berusaha meraup suara Demokrat, hal ini tidak langsung terlihat. Trump, yang pekan lalu membatalkan rencana pertemuan dengan para pemimpin Demokrat, pada Senin malam mengunggah video Schumer dan Jeffries yang diedit dengan buruk di media sosial dengan musik mariachi. Video itu menyiratkan bahwa keduanya ingin mendatangkan pemilih baru yang "bahkan tidak bisa berbahasa Inggris."
Schumer membalas dengan mengatakan Trump "bermain-main di internet seperti anak berusia 10 tahun." Jeffries menyebut penggambaran dirinya mengenakan sombrero sebagai "rasis" dan menantang Trump untuk menghinanya secara langsung.
Sekutu Trump, Sean Hannity, di Fox News, memberi tahu Johnson bahwa tidak mungkin Trump akan menuruti tuntutan Demokrat, dan Johnson setuju. Sementara itu, di Capitol Hill, Demokrat bersorak-sorai dalam pertemuan tertutup pada Senin malam yang tampaknya untuk menggalang dukungan.
Jalan Keluar
Shutdown akan menjadi yang pertama sejak 2018-2019, saat itu pendanaan pemerintah terhenti selama lima pekan, termasuk pada Hari Tahun Baru, pada masa jabatan pertama Trump.
Meski Republik mengendalikan kedua kamar Kongres—serta Gedung Putih—mereka tampaknya membutuhkan dukungan setidaknya tujuh anggota Senat dari Demokrat lagi untuk melewati rintangan prosedural dan mengesahkan RUU anggaran.
Salah satu opsi yang dibahas pada Senin malam melibatkan potensi kompromi yang akan memperpanjang kredit pajak kesehatan, tetapi mengurangi jumlahnya secara bertahap pada tahun kedua dan ketiga.
Anggota Kongres dari Republik menyatakan keyakinannya bahwa bahkan jika pemerintah ditutup sementara, Demokrat pada akhirnya akan mengalah.
(bbn)





























