"Jika dia menerima beberapa hal yang kami minta, yang kami yakini didukung oleh rakyat Amerika, terkait kesehatan dan pembatalan, dia [Trump] bisa menghindari shutdown, tetapi masih ada perbedaan besar di antara kami," kata Pemimpin Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer setelah pertemuan tersebut.
Pemimpin Senat dari Partai Republik, John Thune mengatakan penolakan Partai Demokrat untuk menyetujui RUU anggaran jangka pendek agar pemerintah tetap beroperasi hingga 21 November sama saja dengan "penyanderaan." Namun, dia mengatakan akan berdiskusi dengan Partai Demokrat setelah membahas batas waktu pendanaan yang mendesak.
Vance mengatakan Partai Demokrat memegang beberapa posisi yang dianggap "masuk akal" oleh presiden. Wakil presiden menyebut pembahasan pendanaan kesehatan pedesaan sebagai salah satu area potensial untuk kompromi.
Meski Senat didominasi Partai Republik, pemimpin Partai Republik membutuhkan setidaknya delapan suara anggota Partai Demokrat untuk menyetujui setiap langkah pendanaan guna mengatasi hambatan prosedural dan penolakan dari setidaknya satu senator Partai Republik, Rand Paul dari Kentucky.
Shutdown akan menunda rilis indikator ekonomi utama—termasuk laporan tenaga kerja bulanan yang dijadwalkan dirilis pada Jumat—dan setidaknya merumahkan sementara ratusan ribu pegawai federal, sedangkan pegawai pemerintah lainnya terpaksa bekerja tanpa bayaran untuk melanjutkan layanan esensial.
Saham AS memangkas kenaikan setelah Biro Statistik Tenaga Kerja mengumumkan pada Senin pagi bahwa mereka berencana tidak merilis data ekonomi selama pemerintah shutdown.
Trump mengancam akan memecat massal pegawai federal secara permanen jika pemerintah tutup, memperparah dampak pada perekonomian. Pegawai yang dirumahkan secara historis kembali bekerja saat pemerintah dibuka kembali dan menerima gaji kembali atas upah yang hilang.
Rencana penutupan lembaga pemerintah, bagaimanapun, sejauh ini belum menyebutkan pemecatan apa pun, terlepas dari ancaman Trump.
Vance mengatakan kepada wartawan bahwa "layanan esensial" akan tetap beroperasi selama shutdown.
Shutdown kali ini akan menjadi yang pertama sejak 2018-2019, saat pendanaan pemerintah terhenti selama lima pekan, termasuk Hari Tahun Baru, pada masa jabatan pertama Trump.
Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa Partai Demokrat tidak akan menerima janji belaka untuk bekerja sama terkait kebijakan kesehatan di masa depan sebagai imbalan atas suara mereka saat ini untuk RUU anggaran jangka pendek agar pemerintah tetap beroperasi.
"Tidak ada yang bisa mempercayai janji mereka tentang kesehatan," katanya, seraya menyoroti bahwa Partai Republik berusaha mencabut Obamacare selama lebih dari satu dekade. "Rakyat Amerika tahu bahwa tindakan itu tidak masuk akal."
Partai Demokrat ingin menghabiskan US$350 miliar untuk memperpanjang kredit pajak Obamacare secara permanen bagi keluarga kelas menengah, guna menghindari lonjakan premi pada 1 Januari.
Mereka juga ingin RUU tersebut mencabut pemotongan Medicaid dalam RUU pajak besar Trump, termasuk persyaratan kerja baru dan tindakan keras terhadap taktik akuntansi yang mengizinkan negara bagian meningkatkan tarif penggantian Medicaid mereka. Mereka juga ingin membatalkan pemotongan dana penelitian medis dan mencegah Gedung Putih mencabut alokasi anggaran yang telah disetujui sebelumnya.
(bbn)



























