Logo Bloomberg Technoz

Kesepakatan IEU-CEPA berpotensi membuat impor dari Benua Biru mengalir deras ke Indonesia. Sebab, akan sangat banyak produk yang mendapat fasilitas pembebasan bea masuk.

Mengutip catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor produk dari Uni Eropa pada Juni adalah US$ 1,07 miliar. Naik 5,98% dibandingkan Juni tahun lalu.

Porsi impor dari Uni Eropa pada Juni adalah 5,53% dari total impor. Naik ketimbang Juni 2024 yaitu 5,44%.

Ada beberapa produk dari negara-negara Uni Eropa yang terlihat cukup mencolok. Pertama adalah telur unggas. 

Sepanjang Januari-Juni, nilai impor telur unggas asal Jerman adalah US$ 265.568. Jerman berada di peringkat kedua negara pemasok telur unggas, hanya kalah dari India (US$ 8,59 juta).

Masih di komoditas telur unggas, Belanda juga menjadi salah satu negara pemasok utama. Nilai impor telur unggas dari Negeri Kincir angin sepanjang enam bulan pertama 2025 adalah US$ 44.349.

Komoditas kedua adalah susu. Adalah Belgia yang merupakan negara Uni Eropa berstatus salah satu pemasok susu utama ke Indonesia.

Pada semester I-2025, nilai impor susu dari Belgia adalah US$ 42,66 juta. Belgia menjadi pemasok susu terbesar ketiga, setelah Selandia Baru (US$ 306,31 juta) dan Australia (US$ 52,41 juta).

Selain Belgia, Jerman lagi-lagi masuk daftar. Indonesia mengimpor susu senilai US$ 14,26 juta dari perekonomian terbesar di Uni Eropa tersebut.

Komoditas ketiga yang juga melibatkan impor dari Uni Eropa adalah bawang putih. Di sini, Jerman kembali masuk daftar.

Nilai impor bawang putih dari Jerman pada Januari-Juni adalah US$ 4.938. Jerman berada di peringkat keempat setelah China (US$ 211,15 juta), India (US$ 11,02 juta), Australia (US$ 24.754), dan Singapura (US$ 7.943).

Komoditas keempat adalah kentang. Jerman pun masuk daftar negara pemasok kentang terbesar.

Pada Januari-Juni, nilai impor kentang dari Jerman adalah US$ 4,29 juta. Hanya kalah dari India (US$ 10,59 juta), Australia (US$ 4,65 juta), Kanada (US$ 4,41 juta), dan Mesir (US$ 4,34 juta).

Komoditas kelima adalah mentega. Kali ini Belanda yang masuk daftar.

Sepanjang Januari-Juni, nilai impor mentega dari Belanda adalah US$ 9,56 juta. Belanda berada di posisi kedua, hanya kalah dari Selandia Baru (US$ 56,7 juta).

Komoditas keenam adalah minyak goreng nabati. Kini giliran Italia yang masuk.

Pada enam bulan pertama tahun ini, nilai impor minyak goreng nabati dari Negeri Pizza adalah US$ 4,5 juta. Italia menduduki rangking keempat setelah Malaysia (US$ 13,17 juta), Thailand (US$ 10,04 juta), dan Filipina (US$ 6,14 juta).

Selain Italia, Spanyol pun menjadi salah satu pemasok minyak goreng impor di Indonesia. Nilai impornya adalah US$ 4,32 juta pada Januari-Juni.

Komoditas ketujuh adalah cabai. Spanyol menjadi negara yang terpantau banyak menjual cabai ke Ibu Pertiwi.

Sepanjang Januari-Juni, nilai impor cabai dari Negeri Matador adalah US$ 79.440. Hanya kalah dari India (US$ 34,66 juta), China (US$ 12,86 juta), dan Malaysia (US$ 90.458).

(aji)

No more pages