Minyak Stabil Usai Lonjakan karena Retorika Trump soal Rusia
News
25 September 2025 07:30

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia stabil setelah mencatat lonjakan terbesar sejak Juli, dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang semakin keras terhadap Rusia dan meningkatkan risiko geopolitik.
West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas level US$64 per barel setelah naik 2,5% pada Rabu (24/9), sementara Brent menutup perdagangan di atas US$69. Trump sebelumnya menyerukan agar negara-negara NATO menembak jatuh pesawat Rusia yang melanggar wilayah udara mereka, serta mendesak Eropa menghentikan pembelian energi dari anggota OPEC+. Pernyataan tersebut membuat investor memangkas posisi jual di pasar minyak.
Di sisi lain, data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah nasional turun ke level terendah sejak Januari, memperkuat sentimen positif. Namun, kekhawatiran kelebihan pasokan kembali muncul setelah perusahaan minyak di Kurdistan, Irak, mencapai kesepakatan dengan pemerintah pusat dan daerah untuk melanjutkan ekspor yang terhenti lebih dari dua tahun.
Sejak awal Agustus, harga minyak berjangka bergerak dalam kisaran sempit, di tengah tarik-menarik antara prospek fundamental yang cenderung bearish dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, dengan dua pelabuhan minyak utama di Laut Hitam sempat menghentikan aktivitas setelah adanya peringatan serangan drone.
































