Goyal melakukan kunjungan ke AS untuk bertemu para mitranya setelah Presiden Donald Trump bulan lalu mengenakan tarif 50% atas ekspor India, sebagian untuk menghukum New Delhi karena tetap membeli minyak Rusia.
Kebijakan itu mengguncang puluhan tahun diplomasi AS–India, meski sebelumnya ada tanda-tanda positif dengan dimulainya kembali perundingan dagang.
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa India membantu mendanai perang Vladimir Putin di Ukraina.
India menjadi pembeli terbesar minyak mentah Rusia yang dikirim lewat laut, memanfaatkan diskon harga untuk menjaga beban impor tetap terkendali di negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia.
Peningkatan impor minyak dan gas dari AS dinilai dapat membantu memperkecil defisit dagang kedua negara serta memperkuat posisi dalam negosiasi.
Hubungan New Delhi dan Washington sempat kembali mencair setelah Trump menelepon Perdana Menteri Narendra Modi pada hari ulang tahunnya.
Namun situasi kembali tegang setelah AS memberlakukan biaya US$100.000 untuk visa kerja H-1B baru, yang banyak digunakan pekerja teknologi asal India.
Menurut Goyal, AS memiliki peran penting dalam mendiversifikasi tujuan keamanan energi India dan memastikan stabilitas bagi negara yang sangat bergantung pada impor tersebut.
(bbn)






























