Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky mengatakan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif erat kaitannya dengan gig economy yang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tenaga kerja.
“Industri kreatif sangat erat kaitannya dengan ekosistem gig economy. Dukungan terhadap gig economy kami lakukan sejak tahap kreasi ide, produksi, distribusi, hingga konservasi yang terkait dengan perlindungan kekayaan intelektual,” ujar Teuku Riefky.
Selain itu, Kemenekraf menjalin kerja sama dengan sejumlah kementerian/lembaga lain untuk melakukan pelatihan dasar kewirausahaan, diantaranya adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hadir dalam peluncuran program tersebut antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro.
Program aktivasi co-working space ini mencakup beberapa pelatihan utama, yakni:
- Pelatihan keterampilan dasar digital untuk subsektor ekraf, seperti pelatihan Adobe/Canva, produksi musik digital, konten kreator, hingga voice over.
- Pelatihan dan fasilitasi akses pembiayaan, termasuk penyusunan proposal bisnis, pitching, mitigasi risiko keuangan, dan business matching.
- Pelatihan akses pasar, seperti pemanfaatan platform digital, digital marketing, dan pelindungan kekayaan intelektual.
- Pelatihan dasar kewirausahaan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk penyusunan model bisnis, laporan keuangan, dan manajemen proyek.
(fik/spt)
































