Untuk 8 Program Akserasi 2025, terdapat program Bantuan pangan periode Oktober-November 2025 dengan total 10 Kg beras.
Dengan demikian, dari total Rp7 triliun anggaran bantuan pangan, lalu ditambah dengan bantuan untuk minyak goreng sekitar Rp500 miliar. Maka total tambahan anggaran untuk bantuan pangan sebesar Rp7,5 triliun.
"Itu bagus untuk daya beli masyarakat," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengusulkan agar paket kebijakan stimulus ekonomi berupa Program Bantuan Pangan ditambah dengan bantuan minyak goreng sebanyak 2 liter.
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, dengan total guyuran stimulus Rp16 triliun penambahan bantuan minyak goreng tersebut dapat mendorong daya beli masyarakat utamanya bagi masyarakat golongan miskin dan rentan miskin.
"Kami barusan berlima [pimpinan Banggar] konsultasi dengan pimpinan DPR. Ini permintaan langsung dari pimpinan DPR agar Rp16,23 triliun itu khususnya untuk yang 10 kg beras aja, tidak cukup 10 kg beras. Mohon per bulan ditambah minyak goreng 2 [liter]," jelas Said dalam rapat kerja bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menanggapi hal tersebut, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sanggup bilamana bantuan tersebut ditambah dengan minyak goreng 2 liter.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa program Bantuan pangan periode Oktober-November 2025 dengan total 10 Kg beras masih dalam tahap percobaan, sehingga sewaktu-waktu dapat ditambahkan bantuan pangan lainnya.
"Kalau ditambah 2 liter [minyak goreng] sih kami [rasa] sanggup," jelasnya.
(lav)





























