Logo Bloomberg Technoz

“Dua puluh tahun yang lalu, YouTube diluncurkan dengan ide bahwa setiap orang harus memiliki kesempatan menciptakan dan menemukan panggung dunia,” kata chief product officer YouTube Johanna Voolich, dalam posting blog pada Selasa yang bertepatan dengan acara Made on YouTube di New York.

“Sejak itu, kami telah melihat para kreator membentuk budaya dan hiburan dengan cara yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya.” 

Voolich menambahkan bahwa YouTube telah membayar lebih dari US$100 miliar kepada para kreator di seluruh dunia selama empat tahun terakhir. 

Para kreator akan segera dapat menggunakan Veo 3 Fast untuk menambahkan latar belakang, properti, dan efek khusus ke YouTube Shorts.

Mulai awal tahun depan, podcaster juga akan dapat menggunakan Veo untuk dengan mudah menghasilkan klip video yang terkait dengan audio mereka. Dan mereka yang menghosting podcast video — yang kini ditonton oleh YouTubers selama 100 juta jam setiap hari karena platform ini jauh melampaui TV tradisional — akan dapat menggunakan AI untuk membuat highlight reel dari acara mereka dan membagikannya secara luas di media sosial dalam beberapa bulan mendatang. 

Selain Veo, tool AI percakapan YouTube, Ask Studio, akan segera memberikan feedback dan analisis konten kepada kreator di AS, menjadi “mitra kreatif maksimal” dan “teman tepercaya yang pertama kali diandalkan oleh kreator,” kata Amjad Hanif, VP Manajemen Produk untuk Produk Kreator di YouTube, dalam sebuah posting blog.

Ilustrasi Youtube. (Dok: Bloomberg)

YouTube juga menggunakan AI untuk menguji cara-cara untuk menyinkronkan teknologi dubbingnya secara lebih baik, yang menurut perusahaan telah menerjemahkan lebih dari 60 juta video ke dalam 20 bahasa untuk membantu kreator menjangkau audiens yang lebih luas. 

Kemampuan “speech-to-song” yang didukung oleh model musik AI DeepMind Lyria 2 akan memungkinkan kreator mengubah kata-kata atau frasa dari video menjadi musik untuk menemani video tersebut.

Merek juga akan diuntungkan dari dorongan YouTube dalam pengembangan kecerdasan buatan generatif: Platform ini akan segera menggunakan AI dalam dashboard Google Ads para pengiklan untuk merekomendasikan kreator yang dapat bekerja sama dengan merek. YouTube juga akan menggunakan kecerdasan buatan dalam YouTube Shopping untuk memudahkan penjual dan kreator menandai produk dalam video mereka.

Alphabet Inc., induk perusahaan YouTube, tidak sendirian dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan generatif secara lebih mendalam ke dalam strategi media sosialnya dan berinvestasi secara luas dalam talenta kecerdasan buatan. 

Meta belum ini melakukan perekrutan besar-besaran selama berbulan-bulan untuk membangun laboratorium AI-nya. Tujuan induk Facebook ini yang berfokus pada kecerdasan buatan, kini mengarah pada iklan yang dihasilkan AI di Instagram dan Facebook.

Elon Musk, yang baru saja menggabungkan jejaring sosialnya X dengan startup AI-nya xAI, juga berencana menggunakan AI untuk merombak bisnis iklan X dan memeriksa kebenaran posting di platform tersebut.

HypeAI telah menciptakan tantangan baru bagi pengguna di setiap platform media sosial, mulai dari informasi yang tidak terverifikasi hingga ledakan video dan audio yang menggunakan wajah atau suara orang tanpa izin mereka. Sebagai salah satu langkah pencegahan untuk mengatasi masalah tersebut, YouTube akan segera memperluas akses kreator ke alat deteksi yang akan memeriksa situs untuk video AI yang menyalahgunakan citra kreator dan memudahkan penghapusan konten tersebut. 

“Tujuan kami adalah mengembangkan teknologi AI yang memberdayakan kreativitas manusia secara bertanggung jawab, dan itu termasuk melindungi kreator dan bisnis mereka,” kata Hanif dalam posting blog tersebut. 

(bbn)

No more pages