“Portofolio cadangan hidrokarbon dan kepemilikan atas infrastruktur strategis memberikan akses pada aset dengan profil arus kas jangka panjang yang kuat,” kata Lorato lewat siaran pers, Selasa (16/9/2025).
Selain itu, Medco turut menambah saham pada PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menjadi 40%.
Perusahaan itu menyalurkan gas bumi dari Blok Corridor yang dioperasikan perseroan serta pemasok lain di kawasan Sumatra Selatan—Jambi melalui jaringan pipa kepada pembeli di Riau, Batam dan Singapura.
“Akuisisi senilai total US$90 juta ini memperkuat posisi strategis perseroan di Sumatra Selatan,” kata Lorato.
Sebelum akuisisi ini, Blok Sakakemang dikendalikan oleh Repsol dengan kepemilikan hak partisipasi sebesar 45%. Sisa saham lainnya dipegang Petronas sebesar 45% dan 10% lainnya diisi oleh Mitsui Oil Exploration (MOECO).
Selain itu, Repsol lewat Repsol Exploración South Sakakemang S.L. memiliki 80% hak partisipasi blok South Sakakemang. Adapun, MOECO lewat MOECO South Sakakemang B.V. memegang 20% hak partisipasi blok South Sakakemang.
Akuisisi Medco pada sejumlah blok milik Repsol itu makin memperkuat kabar divestasi seluruh aset perusahaan migas asal Spanyol itu di Indonesia.
Kabar divestasi itu sudah bergulir sejak tahun lalu. Kala itu manajemen Repsol pusat berupaya untuk melepas sejumlah aset portofolio internasional yang dianggap tidak kompetitif.
Apalagi, sebelumnya Medco telah membeli seluruh saham Repsol di Blok Corridor sebanyak 24% dengan nilai transaksi mencapai US$245 juta atau sekitar Rp6,89 triliun. Dengan demikian, Medco memegang kendali atas blok Corridor saat ini dengan hak partisipasi mencapai 70%.
(naw/wdh)






























