Logo Bloomberg Technoz

Adapun pada kuartal II-2025, emas sudah menyumbang 14% laba UNTR, naik dari 7% tahun lalu. Masuknya Doup bakal memperkuat segmen emas sebagai penyeimbang utama di tengah tergerusnya profitabilitas batubara dan siklus jasa tambang.

Sementara itu, Tim Analis JP Morgan masih menyematkan rating netral untuk UNTR. Pasalnya UNTR menurunkan panduan operasional 2025 untuk kontraktor tambang Pamapersada (Pama) dan penjualan alat berat big machine. Prospek 2026 juga dinilai berhati-hati, dengan manajemen belum memperkirakan adanya pertumbuhan signifikan hingga 2027.

“Kami tetap netral karena sebagian besar risiko penurunan sudah tercermin, dengan saham UNTR diperdagangkan di 6,0x P/E 2026E dan dividend yield 7–8%,” tulis tim riset.

Pada segmen alat berat, target penjualan big machine 2025 diturunkan menjadi 1.150–1.200 unit dari 1.500 unit sebelumnya, seiring berakhirnya siklus belanja modal perusahaan tambang. Langkah ini diperkirakan memberi tekanan 3–4% pada laba tahun ini. Untuk 2026, manajemen memperkirakan volume hanya flat hingga sedikit positif, dengan siklus penggantian baru berlangsung pada 2027.

Sementara itu, di bisnis kontraktor tambang, target overburden removal 2025 dipangkas 4% menjadi 1.180 juta bcm, sementara strip ratio diturunkan ke 7,7–7,8x.

“Risiko masih ada dengan strip ratio bisa turun lebih jauh ke 7,5x,” lanjut mereka.

Selain JP Morgan, Citi mempertahankan sikap netral untuk saham UNTR. Penegasan ini dilakukan bersamaan dengan sikap JP Morgan pada 15 September 2025.

Adapun konsensus Bloomberg mencatatkan potensi return saham UNTR yaitu 5,7% dengan target harga Rp27.993/saham. Dari 30 analis, sebanyak 63,3% memberikan rating buy dan 11 analis menyematkan rekomendasi netral.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Selasa (16/9/2025) saham UNTR berada di level Rp26.000/saham atau naik 0,38% setelah sebelumnya dibuka di posisi Rp26.450. Sebanyak 1,01 juta saham beredar dengan nilai transaksi mencapai Rp26,74 miliar.

Secara akumulasi, UNTR telah melonjak 22,08% selama 3 bulan perdagangan, namun masih memberikan return negatif year to date sebesar 1,40%. Kapitalisasi pasar saat ini tercatat sebesar Rp98,48 triliun.

(dhf)

No more pages