Kenaikan harga emas disebabkan oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS). Pekan ini, bank sentral Federal Reserve akan menggelar rapat untuk menentukan suku bunga acuan.
Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 4-4,25% adalah 95,9%. Sementara kemungkinan pemangkas 50 bps menjadi 3,75-4% adalah 4,1%.
Perlambatan di pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam sepertinya menjadi faktor utama jika Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega sepakat untuk menurunkan suku bunga acuan. Pada Agustus, penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) hanya 22.000. Jauh lebih rendah ketimbang Juli yang sebesar 79.000.
Sedangkan tingkat pengangguran pada Agustus mencapai 4,3%. Ini menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2021 atau hampir empat tahun terakhir.
“Angka-angka makroekonomi mungkin akan lebih utama ketimbang hal-hal yang terkait kebijakan tarif,” sebut catatan ANZ Group Holdings, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
(aji)



























