Logo Bloomberg Technoz

Mariner Eccles, Purbaya, dan Jalan Reflasi Fiskal Indonesia

Redaksi
15 September 2025 20:21

Purbaya Balik Tanya DPR Kenapa Tak Pernah Tanyakan Kebijakan Menkeu yang Salah. (Kemenkeu)
Purbaya Balik Tanya DPR Kenapa Tak Pernah Tanyakan Kebijakan Menkeu yang Salah. (Kemenkeu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perdebatan soal peran negara dalam menggerakkan ekonomi kembali mencuat di tengah ketidakpastian global. Sosok Mariner S. Eccles, ekonom Amerika Serikat di era Roosevelt, menjadi inspirasi yang relevan. Kini, Indonesia menghadapi persimpangan serupa melalui dilema yang dihadapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Warisan Pemikiran Eccles

Gedung marmer putih di Washington, Mariner S. Eccles Federal Reserve Board Building, menjadi monumen bagi keberanian seorang pria dari Utah yang menolak arus utama. Ia bukan lulusan Harvard atau bankir Wall Street, melainkan lahir dari keluarga pengusaha kayu dan gula. Dari latar sederhana itu, ia membawa cara pandang baru.


Ketika Franklin D. Roosevelt berusaha mengangkat negeri dari Depresi Besar, Eccles berani mengajukan gagasan yang dianggap radikal: “belanja defisit sebagai resep pemulihan, koordinasi erat fiskal dan moneter, serta mekanisme Treasury Tax & Loan Accounts (TT&L) yang memastikan kas negara tidak membunuh likuiditas perbankan.”

Logikanya sederhana namun revolusioner. “Jika seluruh penerimaan pajak langsung diserap ke rekening pemerintah di Federal Reserve, sementara belanja negara belum turun, bank komersial kehilangan cadangan. Kredit berhenti, ekonomi mengering. Eccles membalik cara pandang itu: dana kas negara harus tetap berputar di bank, menjadi darah segar bagi ekonomi. Inilah keberanian seorang ‘koboy ekonomi’: menunggangi aturan lama untuk membuka jalan baru.”