Larangan ini berlaku efektif segera, tetapi tidak berlaku untuk kapal-kapal yang sudah dalam perjalanan ke pelabuhan, kata juru bicara operator Adani Ports and Special Economic Zone Ltd. pada Senin (15/9/2025).
Pembelian minyak mentah Rusia oleh India telah menjadi sorotan tajam dalam beberapa pekan terakhir, dengan Presiden Donald Trump menerapkan tarif yang sangat tinggi terhadap negara tersebut atas perannya dalam perdagangan tersebut.
AS berencana untuk meningkatkan tekanan, dan akan mendesak sekutu-sekutunya di Kelompok Tujuh (G-7) untuk mengenakan pungutan hingga 100% terhadap New Delhi dan Beijing atas transaksi minyak mereka dengan Moskwa guna mengakhiri perang Ukraina.
Selama delapan bulan pertama tahun ini, Mundra menerima sekitar 180.000 barel minyak mentah Rusia per hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Vortexa, dibandingkan dengan total aliran ke India sebesar 1,6 juta barel per hari.
Minyak yang dibuang di pelabuhan tersebut dikirim ke kilang-kilang yang dioperasikan oleh Indian Oil Corp. atau HMEL milik negara.
Juru bicara HMEL tidak segera membalas email yang meminta komentar.
Citrine Marine SPC dan Nova Shipmanagement LLC-FZ masing-masing terdaftar sebagai pemilik dan pengelola Spartan di basis data maritim Equasis, yang tidak memberikan nomor telepon atau kontak email untuk entitas-entitas tersebut.
Adani Group, yang dipimpin oleh miliarder Gautam Adani, saat ini menjadi sorotan otoritas AS di beberapa bidang, termasuk penyelidikan Departemen Kehakiman mengenai keterlibatan entitas Adani dalam impor gas minyak cair Iran, yang merupakan pelanggaran sanksi AS.
(bbn)





























