Logo Bloomberg Technoz

Tambang Freeport Hanya Beroperasi 30% Usai Longsor Grasberg

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 September 2025 13:30

Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)
Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan longsor yang terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Papua Tengah membuat kapasitas produksi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) turun menjadi 30% dari total kapasitas.

Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba ESDM Tri Winarno memastikan areal tambang milik Freeport lainnya masih beroperasi secara normal. Akan tetapi, kapasitas produksi tambang PTFI anjlok hanya menjadi 30% dari total produsi.

“Produksi pasti berdampak. Sementara ini, produksi [di tambang GBC] berhenti. [Kapasitas produksi tambang hanya] 30% dari kapasitas total,” kata Tri, ditemui awak media, di Kompleks Parlemen, Senin (15/9/2025).

Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)

Tri memastikan proses evakuasi tujuh pekerja yang terjebak di areal tambang bawah tanah tersebut masih berlanjut hingga hari ini, Senin (15/9/2025). Saat ini, tim evakuasi berupaya mengeluarkan material longsor yang menutup akses menuju tambang GBC.

“Belum, belum [ditemukan]. Masih diupayakan,” tegas dia.