Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Lesu, Purbaya Tuding BI & Menkeu Terdahulu Punya 'Dosa'

Sultan Ibnu Affan
12 September 2025 19:30

Pidato Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Tangkapan layar/Youtube Kemenkeu)
Pidato Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Tangkapan layar/Youtube Kemenkeu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kritik kepada Bendahara Negara terdahulu dan Bank Indonesia (BI) yang turut andil menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Tudingan tersebut ia utarakan lantaran kedua otoritas fiskal dan moneter negara itu bersekongkol hanya menaruh dana yang cukup besar di bank sentral dengan nilai mencapai sekitar Rp810 triliun.

Hal tersebut, kata dia, menjadi salah satu penyebab masih lesunya pertumbuhan ekonomi dalam negeri sepanjang semester I tahun ini. Pada kuartal I, ekonomi RI hanya tumbuh 4,87%, sebelumnya akhirnya membaik menjadi 5,12% di kuartal selanjutnya.


"Kita punya dosa yang cukup besar, cuma pengamat-pengamat nggak ada yang tahu. Dosanya bukan di pemerintah saja, bank sentral juga," ujarnya di sela Acara Great Lecture bertajuk 'Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan yang Inklusif Menuju 8%' di Jakarta, dikutip Jumat (12/9/2025).

Purbaya lantas mengatakan jika keringnya finansial di sistem perbankan tersebut turut membuat laju pertumbuhan ekonomi berjalan lambat.