“Nanti kita akan melanjutkan lebih jauh yang berhubungan dengan itu. Karena sekarang kita lagi berkomunikasi dengan otoritas yang ada di sana,” ujarnya.
Taruna menegaskan bahwa kasus serupa bukan kali pertama melibatkan produk Indomie.
Sebelumnya, ada temuan kadar pestisida pada varian lain. “Itu juga menjadi atensi kita dan kita akan tindak lanjuti. Cuma masalahnya, saya ingin teman-teman memberitakan dan menginformasikan ke masyarakat kita hubungannya dengan MOU hari ini, jangan sampai nanti bias. Nanti kita informasikan lebih lanjut. Yang jelas itu juga jadi atensi kami,” katanya.
BPOM juga memastikan telah berkomunikasi dengan pihak Indofood sebagai produsen Indomie.
Taruna menyebut Indofood sudah memberikan penjelasan, dan pihaknya akan segera memanggil perusahaan untuk memastikan tindak lanjut, termasuk kemungkinan reformulasi produk.
“Itu (etilen oksida) sedang on progress sekarang. Kami akan panggil dari pihak produsennya,” kata Taruna.
Sebagai catatan, Indomie Soto Banjar Kulit merupakan salah satu varian mi instan produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Varian ini terinspirasi dari kuliner khas Kalimantan Selatan, yaitu Soto Banjar, yang memiliki cita rasa rempah khas dengan tambahan rasa gurih dari kaldu kulit ayam. Produk ini dipasarkan baik di dalam negeri maupun di sejumlah negara tujuan ekspor.
(dec/spt)



























