Setelah itu, masukkan nama penerima manfaat bansos sesuai dengan data di KTP. Sistem juga akan menampilkan kode verifikasi yang harus diketik ulang untuk memastikan keabsahan.
Klik tombol “Cari Data”, lalu tunggu beberapa saat. Sistem akan menampilkan informasi sesuai dengan data yang dimasukkan.
Apabila nama penerima tercatat dalam sistem, maka akan muncul detail jenis bantuan yang diterima. Namun jika data tidak ditemukan, sistem akan memberikan notifikasi “Tidak Terdaftar Peserta/PM”.
Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui secara langsung status bantuan tanpa perantara pihak ketiga.
Program PKH dan BPNT yang Disalurkan
Program Keluarga Harapan (PKH) tetap menjadi salah satu bansos prioritas pemerintah di tahun 2025. Program ini menyasar keluarga miskin dengan kriteria tertentu, seperti memiliki anak usia sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas.
Penyaluran PKH dilakukan dalam beberapa tahap sepanjang tahun, dan saat ini memasuki tahap kedua.
Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Dana yang diterima tidak berupa uang tunai, melainkan saldo yang dapat digunakan untuk membeli bahan makanan di e-warong atau mitra penyalur resmi.
Kedua program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan.
Pemerintah menegaskan bahwa penerima bantuan dipilih berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kemensos dan pemerintah daerah.
Cara Daftar DTSEN Kemensos 2025
Bagi masyarakat yang belum tercatat menerima bansos tetapi merasa berhak, tersedia opsi mendaftarkan diri melalui sistem baru bernama Data Terpadu Stabilisasi Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sistem ini mulai berlaku pada tahun 2025 sebagai bentuk perbaikan pendataan bansos.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store maupun App Store. Setelah mengunduh aplikasi, masyarakat bisa memilih opsi “Buat Akun Baru” untuk registrasi.
Data diri sesuai KTP wajib diisi dengan lengkap dan benar. Setelah itu, pengguna perlu membuat username dan kata sandi untuk mengakses aplikasi.
Setelah akun aktif, login ke aplikasi dan pilih menu “Usul Sanggah” yang tersedia di halaman utama. Pada tahap ini, masyarakat diminta mengisi kembali data diri sesuai KTP serta mengunggah dokumen pendukung seperti foto KTP, Kartu Keluarga (KK), serta kondisi rumah.
Proses pengajuan bisa dipantau langsung melalui aplikasi secara berkala.
Apabila dinyatakan layak, nama calon penerima akan masuk ke sistem DTSEN Kemensos 2025. Dengan cara ini, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan hak bansos secara adil dan transparan.
Transparansi dan Akuntabilitas
Penerapan sistem online untuk pengecekan bansos menjadi langkah penting dalam mewujudkan transparansi. Pemerintah berharap, melalui sistem ini, kasus penyelewengan atau salah sasaran bisa ditekan seminimal mungkin.
Setiap masyarakat dapat memverifikasi status bansos secara langsung tanpa harus bergantung pada perantara.
Selain itu, sistem DTSEN juga dirancang untuk menyaring data lebih akurat. Dengan adanya opsi “Usul Sanggah”, masyarakat yang berhak namun belum tercatat memiliki saluran resmi untuk mengajukan klaim.
Sebaliknya, masyarakat yang merasa tidak layak juga dapat mengajukan sanggahan agar tidak terjadi tumpang tindih data.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga pencairan bansos dilakukan secara gratis. Jika ada pihak yang meminta biaya, masyarakat diimbau segera melaporkannya ke aparat terkait.
Pentingnya Memastikan Data Diri
Salah satu syarat utama agar bisa tercatat sebagai penerima bansos adalah memastikan data di KTP dan KK sudah sesuai.
Kesalahan data, seperti perbedaan nama atau alamat, dapat menyebabkan kegagalan saat pengecekan di situs cekbansos.kemensos.go.id.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk segera memperbarui data kependudukan apabila terdapat kesalahan. Proses pembaruan bisa dilakukan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di wilayah masing-masing.
Dengan data yang valid, peluang untuk tercatat dalam sistem DTSEN dan menerima bansos akan lebih besar.
Dampak Bansos terhadap Masyarakat
Bantuan sosial dari Kemensos memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat berpenghasilan rendah.
PKH, misalnya, terbukti mendorong anak-anak dari keluarga penerima manfaat untuk tetap bersekolah karena salah satu syaratnya adalah menjaga kehadiran di bangku pendidikan.
Sementara itu, BPNT membantu keluarga miskin memenuhi kebutuhan pangan dengan lebih layak. Program ini juga mendorong penguatan ekonomi lokal karena pembelian bahan pangan dilakukan melalui mitra resmi di daerah setempat.
Dengan demikian, bansos tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga menumbuhkan perputaran ekonomi.
Harapan Pemerintah untuk Tahap 2
Dalam penyaluran tahap kedua ini, pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu.
Kemensos terus berkoordinasi dengan bank penyalur, e-warong, serta pemerintah daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Menteri Sosial menyatakan bahwa bansos bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk hadirnya negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau aktif mengecek status bansos mereka agar tidak ada hak yang terlewatkan.
Cara cek bansos Kemensos Go Id 2025 Tahap 2 kini lebih mudah, cepat, dan transparan. Dengan akses daring serta aplikasi resmi, masyarakat dapat memantau status bantuan kapan saja.
Jika belum terdaftar, mekanisme pendaftaran melalui DTSEN memberi peluang baru bagi warga yang layak mendapatkan bansos.
Dengan dukungan data yang akurat, sistem transparan, serta partisipasi aktif masyarakat, penyaluran bansos diharapkan dapat berjalan tepat sasaran.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan global.
(seo)




























