Tenor jangka menengah, 5 tahun, juga mengalami penurunan yield mencapai 6 bps di level 5,709%, susul tenor 7 tahun yang turun 7,7 bps di level 6,135%, dengan 8 tahun minus 3,8 basis poin menjadi 6,339%.
Sementara tenor panjang 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun terpangkas masing–masing -3.4 bps, -1,6 bps, dan -0,2 bps di level 6,388%, 6,822%, dan 6,908%. Lebih panjang lagi, tenor 30 tahun dan 40 tahun juga menurun -1,3 bps dan 1,2 bps menjadi 6,929% dan 6,922%.
Pelaku pasar seakan mendapatkan momentum kepercayaan diri menyusul penegasan Menkeu Purbaya Yudhi yang berencana menempatkan anggaran negara yang selama ini disimpan di Bank Indonesia untuk ditempatkan ke bank Himbara mencapai Rp200 triliun.
Ditambah lagi, rencana itu, sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memindahkan anggaran tersebut.
“Dorongan jangka pendek pada likuiditas antar bank karena porsi besar kas pemerintah akan bergeser dari Bank Indonesia ke sistem perbankan,” tulis Winson Phoon, Head of Research Fixed Income Maybank di Singapura, mengutip Bloomberg.
“Biarpun bank tidak diperbolehkan menyalurkan dana ini ke SBN atau SRBI, injeksi likuiditas tersebut tetap memberikan dorongan sentimen positif bagi IndoGB, dan mendukung terjadinya steepening kurva yield.”
Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, dari total Rp425 triliun dana kas negara di BI, mencapai Rp200 triliun akan segera dimasukkan ke sistem perbankan sebagai deposito untuk menambah likuiditas bank dan mendorong pertumbuhan kredit.
“Hal tersebut diharapkan akan mendorong pergerakan ekonomi sehingga memicu pertumbuhan,” mengutip paparan Phintraco.
Pernyataan itu seolah memberikan suntikan energi pada pelaku pasar sebagai amunisi tambahan bagi bank–bank himbara untuk meningkatkan pembelian SUN dan mendukung program–program pemerintah yang dibiayai APBN, dan membiayai proyek-proyek BUMN (penugasan maupun non–penugasan) melalui penerbitan obligasi korporasi.
“Untuk bond market, relaksasi ini memberikan amunisi tambahan bagi bank-bank himbara,” papar Lionel Priyadi, Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia, Kamis.
Kepala ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai rencana pemerintah memindahkan anggaran negara dari Bank Indonesia (BI) untuk ditempatkan ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan nominal mencapai Rp200 triliun dapat mendorong likuiditas dan menciptakan pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi keuntungan, Josua menjelaskan, kebijakan ini berpotensi memperkuat likuiditas perbankan secara cepat karena menambah uang primer.
“Artinya, transmisi ke permintaan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan ruang penyaluran kredit bisa membaik, apalagi BI telah menurunkan suku bunga kebijakan sejak akhir 2024 dan mendorong pelonggaran likuiditas melalui berbagai instrumen,” mengutip paparan Josua kepada Bloomberg Technoz, Kamis.
Nantinya, uang tersebut dapat digunakan perbankan untuk menyalurkan berbagai program pembiayaan, yang juga diharapkan dapat mampu memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat.
“Itu nanti akan menyebar di sistem, supaya uangnya bisa tumbuh dan ekonominya bisa jalan lagi,” tutur Purbaya dalam kesempatan terpisah.
“Ekonomi bisa akan hidup. Itu dari sisi swasta dari kebijakan fiskal. Di sisi Pemerintah, saya sendiri saya akan pastikan lagi belanja–belanja yang lambat berjalan dengan lebih baik lagi.”
Emas Cetak Rekor Baru
Bukan hanya aset paper investment saja yang melesat pada perdagangan hari ini. Harga emas dunia dan harga emas Antam yang diperdagangkan di dalam negeri juga mencetak rekor baru.
Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memecah rekor baru hari ini dibanderol Rp 2.095.000 per gram. Harga itu adalah harga emas tertinggi sepanjang sejarah.
Sedang harga buyback dibanderol di Rp 1.942.000 per gram, dan lagi-lagi merupakan rekor termahal.
Tren positif harga emas Antam tidak lepas dari dinamika harga emas dunia. Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.640,7 per troy ounce. Naik 0,37% dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Dalam sepekan, harga emas melejit 2,28% secara point-to-point. Selama sebulan perdagangan, harga emas bertambah mahal 8,9%.
(fad/aji)




























