Logo Bloomberg Technoz

Data Fastmarkets Ltd. menunjukkan biaya spot sudah menembus US$80 per ton pada akhir bulan lalu.

“Produksi tambang relatif lancar tahun ini dan tumbuh dengan laju tinggi, sehingga pasokan lebih longgar,” kata Zeng Tong, analis di Jinrui Futures Co. Ltd.

Pasokan dari Rusia bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

Pergerakan biaya pengolahan seng di smelter China. (Bloomberg)

Dinamika di pasar seng, logam penting untuk galvanisasi baja, mencerminkan pola serupa di tembaga, di mana dominasi China atas pasokan global menimbulkan kekhawatiran pesaing dan pemerintah.

Tahun ini, tolok ukur tahunan biaya pemrosesan seng di luar China jatuh ke level terendah sepanjang sejarah jika disesuaikan inflasi, yakni US$80 per ton.

Bulan lalu, anak usaha seng Trafigura Group menerima dukungan dana negara untuk mencegah penutupan smelter di Australia akibat tekanan persaingan dari China.

Produksi seng olahan di China mencapai rekor dalam tujuh bulan pertama tahun ini, sementara impor konsentrat seng pada Juli juga menembus level tertinggi. Rusia menyumbang 12% dari kargo tersebut, di bawah Australia 24% dan Peru 18%.

Perbedaan antara pasar China dan global makin nyata terlihat di harga. Kontrak seng di Shanghai Futures Exchange relatif stabil sejak April, sementara tolok ukur internasional di London Metal Exchange terus menguat.

Kondisi tersebut menegaskan ketatnya pasokan di luar China setelah pemangkasan kapasitas peleburan. Persediaan LME bahkan turun ke level terendah dalam lebih dari dua tahun pekan ini.

“Dengan permintaan yang relatif stabil, fokus pasar tahun ini tertuju pada penyerapan stok di luar negeri,” kata Zeng dari Jinrui.

(bbn)

No more pages