Dikepung Asing, E-commerce Lokal Blibli Tak Bertaji
Redaksi
11 September 2025 08:35

Bloomberg Technoz, Jakarta — Nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) sepanjang 2024 e-commerce lokal Blibli menempati urutan terbawah dengan capaian US$2,26 miliar (sekitar Rp37,2 triliun), hanya menyumbang minoritas ‘kue’ ekonomi sektor perdagangan secara elektronik. Blibli jauh tertinggal dengan platform sejenis yang terafiliasi dengan asing.
Kontribusi Blibli hanya mewakili 4% dari total pasar e-commerce Indonesia yang mencapai US$56,5 miliar (setar Rp930 triliun) tahun 2024, berdasarkan data Momentum Works dikutip, Rabu (10/9/2025).
Blibli jauh tertinggi dari pemimpin pasar, Shopee (bagian dari Sea Ltd.) dengan GMV sekitar Rp426,5 triliun sepanjang tahun lalu. Tokopedia-TikTok Shop, entitas mengumumkan merger pada Desember 2023, bahkan secara akumulasi mencatatkan GVM US$18,6 miliar atau setara Rp300,32 triliun.
Tiga platforms urutan teratas pasar e-commerce Indonesia menguasai 80%. Ini belum menghitung realisasi GMV Lazada (bagian dari grup Alibaba asal China) US$3,9 miliar di 2024, yang menempati urutan ke-5. Sementara Bukalapak ada di urutan ke-4 dengan pangsa pasar US$5,6 miliar.
Data lain menguatkan fakta kekuatan e-commerce milik asing di pasar Indonesia. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) atas e-commerce yang paling sering diakses oleh masyarakat, menempatkan Blibli (skor 0,29%) pada urutan dua terbawah besama Facebook Marketplace (skor 0,25%).






























