Logo Bloomberg Technoz

Penyedia data pihak ketiga sering kali menghitung angka-angka taksiran, memberikan beberapa wawasan, tetapi penggunaan penyimpanan bawah tanah mengaburkan angka sebenarnya.

“Cadangan minyak strategis China tetap menjadi faktor kunci yang mendukung stabilitas harga dan potensi kenaikan,” ujar Li Xinhua, kepala perdagangan global di perusahaan penyulingan independen besar China, Rongsheng Petrochemical Co., dalam konferensi tersebut.

“Tren saat ini menunjukkan pengaruh ini dapat berlanjut hingga tahun depan.”

SPR China, sebuah jaringan tangki dan gua pesisir yang dibangun untuk membantu negara mengelola ketersediaan energi dan volatilitas harga, telah berkembang pesat dalam dua dekade terakhir seiring dengan meningkatnya permintaan.

Selain pengungkapan data yang terbatas, sebagian besar minyak China kemungkinan berasal dari negara-negara yang dikenai sanksi seperti Rusia, Iran, atau Venezuela.

Antoine Halff, salah satu pendiri dan kepala analis di perusahaan analitik geospasial Kayrros, memperkirakan SPR dan stok komersial China masing-masing naik menjadi 415 juta barel dan 780 juta barel pada awal September, meningkat mendekati 130 juta barel sejak akhir Maret.

Hal ini menjadikan total utilisasi kapasitas di atas permukaan tanah sekitar 60,5%, tambahnya, sehingga masih ada ruang untuk pembangunan lebih lanjut.

Meningkatnya ketegangan geopolitik berarti ketahanan energi menjadi makin krusial bagi China, yang mengimpor lebih dari 70% minyak mentahnya — cadangan tersebut vital bagi upaya ketahanan energi negara tersebut, di samping penyimpanan komersial.

Harga crude yang lebih rendah telah memberikan peluang bagi China untuk memborong minyak, tetapi prospek pembelian minyak oleh negara itu di masa mendatang masih belum jelas.

“Saat ini, mereka bersedia menimbun dan bersedia meningkatkan SPR. Ini tren yang jelas,” ujar Frederic Lasserre, kepala riset di Gunvor Group, di APPEC oleh S&P Global Commodity Insights.

Ia menunjukkan tingkat yang “mengesankan” pada Maret dan April, memperkirakan peningkatan persediaan China sekitar 200.000 barel per hari dalam beberapa bulan terakhir, tingkat yang telah membantu mendukung permintaan dan pasar.

Ekspektasi kelebihan pasokan minyak dunia menjelang akhir tahun terutama didorong oleh rencana Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memulihkan produksi yang terhenti, karena kelompok tersebut memprioritaskan merebut kembali pangsa pasar daripada mempertahankan harga.

Tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden Donald Trump terhadap mitra dagang Amerika Serikat (AS) juga menambah ketidakpastian pada prospek permintaan.

Hal ini berarti tingkat kelebihan pasokan yang tepat sulit diperkirakan, karena upaya OPEC+ untuk mengembalikan produksi terhambat oleh kapasitas dan kendala lainnya. Namun, Kepala Ekonom Trafigura Group, Saad Rahim, mengatakan China akan terus membeli jika harga tetap rendah.

“OPEC telah mengumumkan peningkatan produksi yang sangat besar selama beberapa bulan terakhir, tetapi banyak dari barel tersebut belum benar-benar terasa di pasar fisik,” kata Rahim. Sebaliknya, terjadi penumpukan stok di China — meskipun pengisian stok serupa di tempat lain masih terbatas.

Satu-satunya kepastian di pasar saat ini, menurut para peserta di atas panggung dan di sela-sela acara, adalah keniscayaan perluasan armada kendaraan listrik yang menggerogoti sumber utama permintaan minyak.

Itulah ciri utama pertumbuhan permintaan, kata Janet Kong, CEO Hengli Petrochemical International Pte.

“Pertumbuhan PDB kurang bergantung pada komoditas,” ujarnya, merujuk pada negara-negara seperti China yang telah melampaui teknologi seperti mesin pembakaran dan telepon rumah. “Anda tidak perlu meniru semua yang dilakukan negara lain.”

(bbn)

No more pages