Adapun rekomendasi komite pajak menetapkan aturan baru tersebut mulai berlaku efektif 22 September.
“Ini mengirimkan sinyal kuat kepada investor, meningkatkan kelayakan finansial, dan daya tarik sektor energi terbarukan,” kata Amit Paithankar, CEO Waaree Energies Ltd., salah satu eksportir panel surya terbesar India ke AS, dikutip Kamis (4/9).
Selain itu, pemangkasan tarif pajak peralatan energi terbarukan untuk meredam imbas tarif impor AS itu juga mempercepat agenda transisi energi dalam negeri.
Kebijakan ini bergulir saat pemerintah tengah mengejar pemasangan kapasitas surya dan angin terbesar sepanjang sejarah guna memenuhi target iklim 2030.
India juga menargetkan kapasitas energi bersih mencapai 500 gigawatt pada akhir dekade, sebelum menuju net zero pada 2070.
Analis pajak dan energi barudi EY India Saurabh Agarwal menilai pemangkasan tarif bisa membuat pembeli listrik dari proyek yang masih dibangun menegosiasikan ulang kontrak untuk memperoleh harga lebih murah.
Kendati demikian, dia menekankan bahwa manfaat jangka panjang, seperti biaya proyek yang lebih terjangkau dan meningkatnya investasi, akan jauh lebih besar daripada tantangan awal.
(bbn)
































