Logo Bloomberg Technoz

"Zat kimia kuat seperti pelarut, akrilat, atau photo initiator bisa membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi, alergi, hinggakerusakan kuku jika digunakan berulang. Selain itu, lampu UV yang dipakai saat proses pengeringan juga berhubungan dengan penuaan kulit dan bisa merusak jaringan kulit. Jika sering digunakan dan dilepas dengan cara yang salah, kuku alami bisa menipis dan menjadi rapuh," kata Dr. Mahajan.

Alternatif yang lebih aman

Dr. Mahajan menyarankan pilihan berikut untuk mengecat kuku yang aman :

•⁠  ⁠Cat kuku biasa bisa digunakan. Meskipun mungkin kurang tahan lama, cat kuku ini lebih aman. Selalu pilih cat kuku "3-free" atau "10-free", karena cat kuku tersebut bebas dari bahan kimia berbahaya, seperti formaldehida dan toluena

•⁠  ⁠Pilihan lainnya adalah kuku bubuk celup, yang menggunakan bubuk berpigmen yang dikombinasikan dengan bahan pengikat. Kuku ini dapat bertahan lebih lama, tetapi perlu dibantu pelepasannya

•⁠  ⁠Kuku tempel juga merupakan saran yang bagus karena tidak beracun, mudah dipasang, dan tidak memaparkan kuku Anda pada sinar UV yang berbahaya

•⁠  ⁠Cat gel bebas UV memanfaatkan foto-inisiator yang lebih aman dan proses pengeringan hanya menggunakan LED, sehingga menghasilkan pengurangan risiko

•⁠  ⁠Memperkuat kuku alami: Penggosokan teratur, perawatan kutikula, dan penggunaan minyak/serum penguat kuku juga dapat menghasilkan tampilan yang halus tanpa produk buatan

(dec/spt)

No more pages