Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) KKP, Ishartini mengatakan saat ini KKP bersama Bapeten masih dalam langkah investigasi sumber paparan radiasi tersebut.
“Bapeten masih investigasi sumber-sumber radiasinya,” kata dia.
Adapun Ishartini telah melakukan komunikasi dengan pihak Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, menjelaskan bahwa insiden ini hanya kasuistis.
“Kalau untuk udang sudah kami komunikasikan terus dengan FDA, bahwa ini hanya kasuistis,” jelasnya.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), yang menduga bahwa kandungan zat radioaktif tersebut berasal dari bahan-bahan proses pengawetan udang tersebut.
“Bisa jadi dari industri yang menggunakan bahan ini menjadi pengawet makanan. Ini masih asumsi, silahkan negara melakukan investigasi bagaimana udang ini terkontaminasi dengan kandungan itu dianggap berbahaya,” kata Manajer Kampanye Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Walhi, Burhanuddin.
Diberitakan sebelumnya, Badan Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meminta masyarakat Amerika Serikat untuk tidak mengonsumsi salah satu merek udang yang dijual di Walmart karena terkontaminasi bahan-bahan radioaktif.
FDA meminta Walmart untuk menarik tiga lot udang mentah beku asal Indonesia setelah pejabat FDA menemukan adanya kandungan radioaktif Cesium-137 pada salah satu pengiriman yang tidak masuk ke AS, menurut pernyataan resmi pada Selasa (20/8/2025). Isotop tersebut dapat meningkatkan risiko kanker bila terjadi paparan berulang dalam dosis rendah, meskipun kadar yang terdeteksi tidak cukup tinggi untuk menimbulkan risiko akut, jelas FDA.
(ain)






























