Logo Bloomberg Technoz

Itu sebabnya, lanjut dia, arloji hasil jarahan lebih mungkin dijual secara personal ke sesama kolektor yang mungkin berani mengambil risiko, ketimbang ke pedagang resmi. 

“Kalau ke toko-toko di Blok M, Gajah Mada, atau pusat jam tangan lainnya, hampir mustahil diterima. Mereka tak mau terseret masalah hukum,” ujarnya.

Meski begitu, penjualan ke individu pun tidak lepas dari risiko. Pembeli yang sadar membeli barang hasil kejahatan bisa melaporkannya ke kepolisian.

Namun, menurut Ali, hal itu jarang terjadi karena pihak pembeli sendiri khawatir ikut terseret sebagai saksi. “Biasanya akhirnya jam itu hanya dipakai diam-diam atau disimpan di rumah,” tambahnya.

Richard Mille dikenal sebagai salah satu merek jam paling eksklusif di dunia, dengan harga mulai dari Rp2 miliar hingga puluhan miliar per unit. Jarang tersedia di toko resmi, merek asal Swiss ini banyak diperdagangkan di pasar sekunder dengan harga yang bahkan lebih tinggi dari retail.

Adapun koleksi jam milik Sahroni yang dilaporkan raib mencapai puluhan unit. Jika dihitung dengan estimasi harga pasar sekunder, potensi kerugian bisa menyentuh ratusan miliar rupiah.

Beberapa model Richard Mille edisi terbatas bahkan tercatat memiliki nilai koleksi yang terus meningkat, sehingga hilangnya barang-barang tersebut tidak hanya berdampak secara finansial, tetapi juga simbol status di kalangan kolektor.

Jam sudah dikembalikan

Di salah satu acara televisi, Adriayani Juwita bilang ibu dari anak yang mengambil jam milik sahroni mengutarakan jam sudah dikembalikan ke Imamudin, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Nasdem.

(fik/spt)

No more pages