“Kami terus membangun kekuatan militer dan mengembangkan kemampuan untuk menghadapi segala tantangan dan ancaman,” ujar kelompok yang didukung Iran itu, seraya menegaskan bahwa mereka “berada dalam perang terbuka” dengan Israel.
Mohammed Ahmed Muftah, wakil perdana menteri pertama, ditunjuk sebagai penjabat perdana menteri, menurut laporan kantor berita Saba yang juga dikelola Houthi.
Sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Houthi aktif meluncurkan serangan rudal dan serangan maritim ke arah Israel. Aksi mereka juga mengganggu jalur perdagangan global di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Houthi berulang kali menyatakan akan terus menyerang Israel hingga perang di Gaza berakhir.
Pasukan Israel dan Amerika Serikat berhasil mencegat sebagian besar—namun tidak semua—serangan rudal dan drone dari Yaman. Pada Juli 2024, sebuah drone Houthi berhasil mencapai Tel Aviv tanpa memicu sistem peringatan dini, menunjukkan kerentanan Israel terhadap ancaman tersebut.
Setelah kampanye pengeboman intensif yang dilakukan AS dan Israel awal tahun ini, Houthi sempat mencapai gencatan senjata dengan Washington. Namun, kelompok bersenjata yang berbasis di Yaman itu tetap melanjutkan peluncuran rudal dan drone ke arah Israel, yang dibalas dengan serangan Israel terhadap infrastruktur energi, pelabuhan, dan fasilitas lain yang terkait Houthi.
(bbn)
































