Logo Bloomberg Technoz

Itulah intinya, menurut Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, yang mengatakan keputusan untuk membangun di sana "secara praktis menghapus delusi dua negara dan mengukuhkan cengkeraman bangsa Yahudi atas jantung Tanah Israel."

Sementara itu, sengketa Israel-Palestina, yang tak pernah mereda, kini dalam fase yang sangat agresif. Perang di Gaza, wilayah Palestina yang lebih kecil, berkecamuk selama hampir dua tahun—sejak Hamas melancarkan serangan terhadap Israel dari daerah kantong tersebut pada Oktober 2023.

Pasukan Israel saat ini sedang mempersiapkan serangan terhadap Kota Gaza, ibu kota de facto, dalam upaya terakhir untuk menghancurkan kelompok yang didukung Iran tersebut.

Senjata self-propelled tentara Israel bergerak menuju perbatasan dengan Gaza di luar Sderot, Israel, Minggu (8/10/2023). (Kobi Wolf/Bloomberg)

Tepi Barat mengalami peningkatan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina, pada saat tentara Israel mengintensifkan serangan darat dan udara guna memburu Hamas.

Selain itu, negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, bergabung dengan negara-negara Arab seperti Arab Saudi mendukung pengakuan negara Palestina. Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan ini mengatakan "perdamaian abadi akan terwujud melalui negara Palestina yang berdaulat."

Hal ini menuai kritik pedas dari Israel dan sekutu utamanya, AS.

Pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang paling berhaluan kanan dalam sejarah negara itu—telah berjanji akan memperluas populasi pemukim Yahudi yang berjumlah 550.000 jiwa. Hal ini termasuk perluasan E-1 ke Maale Adumim, kota dengan lebih dari 40.000 orang Yahudi Israel, dengan membangun rumah untuk menampung 15.000 orang lagi.

"Saya lahir di sini dan saya ingin memastikan bahwa generasi muda dapat terus hidup dan berkembang di sini," kata Guy Yifrah, 43 tahun, Wali Kota Maale Adumim. "Kami belum membangun kawasan baru dalam 20 tahun terakhir dan kami membutuhkan 800 unit baru setiap tahun hanya untuk mengakomodasi pertumbuhan alami."

Yifrah, seperti kebanyakan orang Israel, menentang negara Palestina, dengan alasan serangan Hamas pada 2023 menunjukkan Israel membutuhkan batas wilayah lebih luas untuk bertahan di kawasan yang dihuni kelompok-kelompok yang ingin menghancurkannya. Namun, ia mempermasalahkan argumen bahwa pembangunan di E-1 akan menghancurkan konsep tersebut.

E-1, katanya, hanya seluas 12 kilometer persegi, menyisakan jarak 20 km antara wilayah tersebut dan perbatasan Yordania, yang dapat digunakan untuk menghubungkan Tepi Barat utara dengan selatan. Yang lain berpendapat bahwa medan yang curam dan berbahaya, membuat pembangunan jalan sangat sulit.

Bagi banyak pihak di kedua belah pihak yang bersengketa, masalah E-1 lebih berkaitan dengan kedekatannya dengan Yerusalem. Palestina mengatakan negara mereka harus memiliki sebagian Yerusalem sebagai ibu kotanya; Israel mengklaim seluruh Yerusalem yang bersatu adalah ibu kotanya yang abadi.

"Makna sebenarnya dari E-1 adalah untuk menghentikan ide konyol bahwa Yerusalem bisa menjadi ibu kota negara Palestina," kata Israel Ganz, yang memimpin gerakan pemukim Yahudi di Tepi Barat dan memimpin Dewan Regional Binyamin yang menaungi puluhan permukiman tak jauh dari Maale Adumim. 

Pada Selasa malam, dia dan dewan regionalnya mengadakan makan malam mewah untuk merayakan pengumuman 17 permukiman baru di wilayahnya. Netanyahu menjadi tamu kehormatan. 

"Saya berjanji 25 tahun lalu bahwa kita akan memperkuat akar kita, dan kita telah melakukannya, bersama-sama," kata pemimpin Israel yang paling lama menjabat kepada hadirin.

"Saya katakan kita akan mencegah pembentukan negara Palestina, dan kita sedang melakukannya, bersama-sama. Saya katakan kita akan membangun dan mempertahankan tanah kita, tanah air kita, dan kita melakukannya. Dan ini bukan akhir—ini adalah awal."

Warga Israel demonstrasi menuntut pembebasan sandera dan diakhirinya perang Gaza di Tel Aviv, Israel, Sabtu (9/8/2025). (Kobi Wolf/Bloomberg)

Sikap Netanyahu telah berubah, mengingat ia tampaknya mendukung prospek pembentukan negara Palestina selama beberapa tahun. Pada 2011, ia mengatakan dalam pidatonya di Kongres AS bahwa "negara Palestina harus cukup besar untuk dapat bertahan, mandiri, dan sejahtera."

Baru-baru ini, terutama setelah serangan Hamas pada 2023, ia menolak gagasan tersebut, dengan alasan gerakan Palestina dalam cengkeraman ekstremis seperti Hamas, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS dan negara lain.

Dalam makan malam itu, Ganz memberi tahu Netanyahu apa yang telah ia katakan selama bertahun-tahun—Israel harus memperluas kedaulatannya atas sekitar 70% Tepi Barat, menyerahkan sisanya pada Palestina untuk mengelola layanan dasar dan ekonomi, di mana keamanan tetap di bawah kendali Israel.

Di E-1, Arara, seorang Badui, ditanya apakah ia percaya rencana pembangunan lebih banyak perumahan Yahudi bisa dihentikan. Tidak, katanya. "Ini adalah pemerintahan para pemukim."

(bbn)

No more pages