Logo Bloomberg Technoz

Israel belum memberikan tanggapan resmi, tetapi tetap bersikeras bahwa perundingan langsung harus fokus pada pembebasan semua sandera. Pekan lalu, Netanyahu mengatakan para negosiator siap untuk tahap baru pembicaraan yang dimediasi, tetapi lokasi dan tanggal belum ditentukan. 

"Kami ingin dalam posisi di mana kami dapat membawa pulang semua 50 sandera—dengan syarat-syarat kami diterima," kata Menteri Energi Eli Cohen, anggota kabinet keamanan Netanyahu, kepada Radio Militer Israel pada Selasa. "Kami tidak akan membiarkan situasi berlarut-larut, di mana Hamas dapat memulihkan dan mereorganisasi dirinya."

Menyitir Al-Jazeera, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Israel harus menanggapi proposal yang disetujui Hamas lebih dari sepekan lalu. Menurutnya, bola kini ada di tangan Israel dan para negosiator menunggu jawaban.

Pemerintah Israel di bawah tekanan dari banyak warganya sendiri dan pemerintah internasional untuk mengakhiri perang, yang telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas.

Pekan lalu, badan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan adanya bencana kelaparan di Gaza. Negara-negara Eropa dan lainnya, yang mulai kritis terhadap meningkatnya jumlah korban jiwa akibat perang, mengecam rencana serangan ke ibu kota de facto Gaza.

Pada Selasa, Arab Saudi menyerukan komunitas internasional, khususnya anggota tetap PBB, untuk "mengakhiri bencana kelaparan di Jalur Gaza dan menghentikan genosida serta kejahatan yang dilakukan tentara pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina."

Pernyataan keras ini mencerminkan kemarahan yang semakin besar di dunia Arab atas korban jiwa di Gaza. Kerajaan Arab Saudi—di mana Putra Mahkota Mohammed bin Salman dekat dengan Presiden AS Donald Trump—mengecam perang tersebut, tetapi jarang menggunakan kata "genosida" untuk menggambarkannya. AS adalah salah satu anggota tetap PBB.

Hitung Mundur Kota Gaza

Militer Israel memberi waktu lima bulan untuk menyelesaikan pengambilalihan Kota Gaza, kata mantan perwira tinggi militer Israel. Pasukan dan tank mengepung kota tersebut—yang dihuni hampir satu juta orang sebelum perang dimulai—pada akhir pekan dan melancarkan serangan darat dan udara, memaksa banyak warga mengungsi, menurut laporan dari stasiun televisi Israel Channel 12 dan Dinas Pertahanan Sipil Gaza.

Para pejabat Israel mengatakan tentara akan memberi peringatan kepada warga sipil di Kota Gaza sebelum operasi dimulai agar mereka dapat bergerak ke selatan. Israel mengatakan akan memperluas distribusi bantuan sebagai bagian dari upaya itu.

Pada Senin, Trump—sekutu Netanyahu yang telah mengulang seruan agar Hamas digulingkan dari kekuasaan di Gaza—mengatakan ingin perang berakhir "segera," tanda bahwa kesabaran di Washington mulai menipis. 

"Ini harus segera berakhir karena, antara kelaparan dan semua masalah lain—lebih buruk daripada kelaparan, kematian, kematian murni—orang-orang terbunuh," katanya, seraya menambahkan bahwa ada "dorongan diplomatik yang sangat serius" yang sedang berlangsung.

Warga Israel demonstrasi menuntut pembebasan sandera dan diakhirinya perang Gaza di Tel Aviv, Israel, Sabtu (9/8/2025). (Kobi Wolf/Bloomberg)

Israel membantah adanya kelaparan di Gaza dan mengatakan telah menerapkan kebijakan untuk mencegah kelaparan.

Trump tidak mengatakan apa yang akan dilakukan AS jika serangan Israel berlarut-larut atau memberikan detail mengenai langkah-langkah diplomatik yang sedang berlangsung.

Netanyahu juga menghadapi tekanan di dalam negeri, di mana survei selama berbulan-bulan menunjukkan sebagian besar warga Israel lebih memilih kesepakatan untuk membebaskan sandera yang tersisa, bahkan jika Hamas tetap bertahan. Keluarga para sandera—20 di antaranya diyakini masih hidup—khawatir eskalasi operasi militer ke Kota Gaza akan membahayakan nyawa mereka.

Protes di Israel makin meluas pada Selasa, di mana para demonstran memblokir jalan raya dan menuntut pemerintah untuk kembali ke perundingan gencatan senjata.

"Meneruskan rencana penaklukan Gaza saat ada kesepakatan yang harus ditandatangani PM adalah tikaman di hati keluarga dan seluruh bangsa," kata Itzik Horn, yang putranya, Eitan dan Iair, termasuk di antara 250 orang yang diculik Hamas. Iair dibebaskan dalam salah satu gencatan senjata sebelumnya, sedangkan Eitan masih ditahan di Gaza.

(bbn)

No more pages