Logo Bloomberg Technoz

Dia menyatakan kebijakan penyesuaian tarif royalti membuat pengusaha nikel dan industri pertambangan terkejut. Meskipun begitu, Baudelet menegaskan tetap menerima aturan tersebut dan akan menjalankannya dengan baik.

Persoalan kedua, lanjut dia, yakni pelaporan RKAB yang kembali berubah menjadi setiap satu tahun. Baudelet, yang mengutip pernyataan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), menyatakan kebijakan RKAB per 3 tahun memberikan fleksibilitas bagi penambang nikel untuk merancang produksi dan bisnis.

“Jadi, tentu saja kami menerimanya. Namun, kesulitan utamanya adalah hal ini membuat perencanaan menjadi sulit,” ujar Baudelet.

“Ketika Anda memiliki RKAB 3 tahun, Anda dapat merencanakan pengembangan tambang. Ketika hanya 1 tahun, Anda selalu khawatir bahwa tahun berikutnya mungkin tidak akan mendapatkan persetujuan yang sama,” lanjutnya.

Kejenuhan Smelter

Persoalan ketiga, beber Baudelet, pengembangan smelter nikel pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) terbilang terlalu cepat sehingga mengakibatkan kelebihan pasokan. Dalam hal ini, ia memprediksi hal serupa akan turut dialami oleh smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL).

Untuk itu, dia menilai harga produk olahan nikel dari smelter nikel terus menurun dan membuat keuntungan perusahaan smelter nikel RKEF dan HPAL.

Akan tetapi, dia memandang perusahaan pertambangan nikel secara umum tetap memiliki keuntungan yang cukup baik.

“Namun, setidaknya bagi industri pengolahan, situasinya sedikit sulit. Namun, pada akhirnya, ini adalah pasar siklikal. Jadi, selalu ada orang yang berinvestasi pada waktu yang sama,” ucap Baudelet.

“Dan pasar akan kembali seimbang, sehingga harga bisa kembali baik. Namun, menurut saya, saat ini ini sedikit menyulitkan bagi mereka yang telah berinvestasi dalam operasi peleburan,” pungkas dia.

Sejak awal tahun ini, sederet dinamika terus mewarnai operasional perusahaan China di industri hilir nikel Tanah Air seiring dengan berlanjutnya tekanan harga nikel.

Anggota dewan Penasihat Asosiasi Penambang Indonesia (APNI) Djoko Widajatno mengatakan setidaknya terdapat empat perusahaan smelter nikel yang terpantau telah melakukan penyetopan sementara atau shutdown sebagian lini produksinya.

Mereka a.l. PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang masing-masing beroperasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

Lalu, Huadi PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe, Sulawesi Tenggara dan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI).

Sepanjang 2024, harga menyentuh rekor terendah dalam empat tahun terakhir setelah sebelumnya diproyeksikan mencapai US$18.000/ton, turun dari perkiraan sebelumnya di level US$20.000/ton, menurut lengan riset dari Fitch Solutions Company, BMI.

Gejala ambruknya harga nikel sudah terdeteksi sejak 2023. Rerata harga saat itu berada di angka US$21.688/ton atau terjun bebas 15,3% dari tahun sebelumnya US$25.618/ton. Kemerosotan itu dipicu oleh pasar yang terlalu jenuh ditambah dengan lesunya permintaan.

Adapun, nikel diperdagangkan di level US$15.100/ton di London Metal Exchange (LME) awal pekan ini, menguat 1,15% dari penutupan terakhir pada Jumat pekan lalu.

(azr/wdh)

No more pages