Logo Bloomberg Technoz

Prabowo: Waspada Geopolitik, Jangan Jadi Pemimpin Lugu

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 February 2026 11:25

Presiden Prabowo Subianto di Taklimat Presden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. (Youtube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto di Taklimat Presden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. (Youtube Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah agar tidak menjadi pemimpin yang “lugu” dalam menghadapi dinamika global dan geopolitik. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menegaskan Indonesia kerap dipandang sebagai “the Impossible Nation”, namun para pemimpin bangsa harus tetap waspada dan memahami situasi geopolitik dunia. “Kita harus jadi pemimpin yang tidak lugu. Kita harus jadi pemimpin yang waspada, yang mengerti situasi, yang mengerti sejarah kita,” kata Prabowo.

Ia menekankan pentingnya pemahaman sejarah Nusantara, mengingat Indonesia pernah mengalami intervensi, gangguan, hingga penjajahan selama ratusan tahun. Menurut Prabowo, pemimpin yang melupakan sejarah akan mengulangi kesalahan masa lalu. “Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah,” ujarnya.


Prabowo menilai bangsa Indonesia saat ini mempunyai kesempatan untuk melihat realitas dunia secara lebih jelas. Ia menyinggung negara-negara besar yang sering mengajarkan demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum, namun justru melanggar prinsip-prinsip tersebut.

Presiden Prabowo Subianto di Taklimat Presden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti tragedi kemanusiaan yang terjadi dalam berbagai konflik global. Ia menyebut puluhan ribu perempuan, orang tua, dan anak-anak tak berdosa menjadi korban, sementara banyak negara memilih diam. "Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan?" ucapnya, Merujuk pada situasi di Gaza.