Logo Bloomberg Technoz

“Kami menciptakan organisasi yang lebih sederhana dan dinamis, dengan fokus pada peningkatan kepemimpinan serta pangsa pasar di area di mana kami memiliki keunggulan kompetitif yang jelas,” lanjut HSBC.

Keputusan ini menjadi pukulan lebih lanjut bagi HSBC di kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi magnet bagi manajer kekayaan global. Rival-rival HSBC memperkuat layanan untuk menarik individu dengan kekayaan besar di Timur Tengah, sementara HSBC kesulitan bersaing meski sempat merekrut Aladdin Hangari, mantan eksekutif puncak Credit Suisse di bidang wealth management, beberapa tahun lalu.

Tahun lalu, Finma melarang HSBC membuka hubungan bisnis baru dengan individu yang berstatus PEP. Finma juga memerintahkan bank menunjuk auditor eksternal untuk meninjau bisnis terkait.

Bagi HSBC, klien dengan aset lebih dari 100 juta franc Swiss (sekitar Rp2 triliun) digolongkan sebagai berisiko tinggi. Penilaian risiko juga dipengaruhi oleh faktor tempat tinggal dan kewarganegaraan individu.

Unit HSBC Swiss sebelumnya menjadi bagian dari strategi bank untuk memperluas layanan wealth management di Timur Tengah. Namun, upaya itu kerap terganjal, termasuk akibat hengkangnya sejumlah banker senior. Walaupun HSBC masih menjadi pemain besar di pasar modal kawasan, persaingannya di bisnis private banking justru kalah dari bank-bank Swiss lainnya.

Bulan lalu, terungkap bahwa private bank HSBC di Swiss tengah diselidiki terkait dugaan pencucian uang yang berhubungan dengan kasus penggelapan ratusan juta dolar oleh mantan gubernur bank sentral Lebanon.

Pada Juni tahun lalu, Finma secara khusus menyoroti dua hubungan bisnis berisiko tinggi di mana HSBC Private Bank (Suisse) SA dinilai tidak melakukan pemeriksaan memadai terhadap asal-usul, tujuan, maupun latar belakang aset. Transaksi mencurigakan senilai lebih dari 300 juta dolar yang melibatkan Lebanon dan Swiss berlangsung antara 2002 hingga 2015, menurut Finma.

(bbn)

No more pages