Logo Bloomberg Technoz

“Saya ingin agar persyaratan-persyaratan dari REE dari monasit ini terpenuhi.”

Mineral ikutan timah, monasit di Pabrik Peleburan Timah, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung./Bloomberg Technoz-Mis F.

Dia menjelaskan PT Timah sejatinya telah memulai proyek percobaan ini sejak 2010. Namun, persoalan teknologi hingga riset LTJ membuat Pilot Project di Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkatung-katung selama lebih dari satu dekade.

Menurutnya, ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi oleh perusahaan dari sisi spesifikasi pasokan LTJ, salah satunya dari kandungan fosfat yang merupakan senyawa utama yang mengikat unsur tanah jarang di monasit.

"Ada persyaratan kalau tidak salah itu di 50 ppm [parts per million] terhadap kandungan dari fosfat itu, sementara yang dilakukan oleh PT Timah masih di atas itu, jadi tidak memenuhi syarat," jelasnya.

Terlepas dari masalah spesifikasi, Suhendra meyakini deposit monasit tetap berlimpah, selama pertambangan timah masih berlangsung di Indonesia, baik yang ditemukan dalam bentuk endapan primer maupun sekunder atau aluvial.

Arahan Presiden

Di sisi lain, perseroan juga tengah bertransformasi untuk mengembangkan usaha LTJ tersebut.

Hal ini menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada direksi PT Timah pada agenda rapat terbatas dengan menteri-menteri di Hambalang, Selasa (19/8/2025). Prabowo meminta agar RI fokus mengolah LTJ yang terkandung di dalam timah.

"Salah satu yang dibahas adalah bagaimana ke depannya Indonesia ini fokus untuk pengolahan REE dan itu sumbernya ada di timah, monasit," tuturnya.

Suhendra menambahkan kepala negara ingin PT Timah segera merilis proyek LTJ tersebut. Perseroan tengah membuka potensi kerja sama dengan pihak swasta maupun ahli sebagai konsultan di proyek pilot LTJ tersebut, termasuk dari sisi teknologi dan pengembangan industri lanjutannya.

"Sudah ada arahan dari stakeholder, petinggi negara juga, kalau bisa secepatnya, dan ini dalam tahapan persiapan dari sisi regulasi juga, kita ingin ada dasar dalam melakukan langkah ini, dan pola-pola atau skenario kerja sama seperti apa," ucap Suhendra. 

Dominasi China dalam logam tanah jarang untuk magnet./dok. Bloomberg

Permintaan LTJ

Suhendra juga menjelaskan, PT Timah memandang LTJ merupakan komoditas primadona di dunia. Bahkan, melunaknya perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China bisa terjadi karena LTJ.

"China itu pengendali pengendali produksi REE di dunia, artinya ketergantungan Amerika terhadap suplai dari REE, dari China itu sangat besar," imbuhnya. 

Suhendra melihat kesempatan besar bagi PT Timah, sebagai perusahaan pertambangan timah yang memiliki potensi cadangan monasit sekitar 25.700 ton di wilayah Bangka Belitung.

"Kita melihat ada opportunity di situ, kita punya raw material yang bisa dikatakan cukup banyak juga, di sinilah opportunity yang dilihat oleh pemerintah khususnya Pak Presiden. Kita punya semua kenapa kita tidak kelola dan produksi," jelasnya.

Dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2025/2026 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2026, Prabowo mengaku bersyukur Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang melimpah khususnya LTJ. Menurutnya, LTJ merupakan mineral penting dan tidak semua negara memilikinya.

"Kita memiliki semua rare earth yang ada di dunia kita miliki dan rare earth ini vital untuk kehidupan teknologi tinggi, untuk kehidupan modern, dan juga untuk pertahanan modern," ucap Prabowo, Jumat (15/8/2025).

Kendati demikian, potensi LTJ ini masih belum termanfaatkan. Untuk itu, Prabowo ingin menciptakan sumber daya manusia yang unggul demi mengelola potensi mineral tersebut.

"Kita harus menciptakan sumber daya manusia yang unggul agar semua sumber daya alam kita bisa kita manfaatkan secepat-cepatnya," ungkapnya.

(mfd/wdh)

No more pages