Katalis lain yang menopang adalah insentif subsidi PPN untuk pembelian rumah, tren penurunan bunga, inflasi yang terjaga, serta pertumbuhan permintaan terhadap properti dan produk konsumer.
“Dengan proyeksi BI Rate yang rendah, penjualan properti segmen rumah murah berpotensi tumbuh hingga akhir tahun, seiring konsumsi rumah tangga yang meningkat,” ujar Reydi.
Ihwal sektor properti itu, Reydi menilai emiten seperti CTRA, BSDE, dan SMRA bakal diuntungkan dengan posisi land bank yang luas serta beragam segmentasi perumahan.
Sementara di sektor konsumen, emiten seperti ACES, LPPF, dan ICBP dapat meraup peluang dari peningkatan kebutuhan sehari-hari maupun gaya hidup di tengah daya beli yang membaik.
Dia menambahkan valuasi saham properti masih relatif murah dengan price to book value (PBV) di bawah 1.
“Untuk sektor konsumen, valuasi memang relatif mahal, tetapi tetap menarik apabila daya beli meningkat dan margin ikut membaik,” kata Reydi.
Suku Bunga Dipangkas
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan level suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) di level 5%, berbeda dari konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg.
Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulanan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 19-20 Agustus 2025.
"Suku bunga Deposit Facility menurun sebesar 25 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,75%," ujar Perry dalam konferensi pers yang berlangsung via daring (online), Rabu (20/8/2025).
Perry menjelaskan keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5%.
Adapun konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg jelang pengumuman BI dengan melibatkan 33 analis/ekonom menghasilkan median proyeksi BI Rate di 5,25%. Artinya, suku bunga acuan diproyeksi tidak ke mana-mana alias hold.
Meski tidak sepenuhnya aklamasi, tetapi sepertinya pasar sudah satu suara. Sebab, hanya 6 ekonom/analis (18,19%) yang memperkirakan BI Rate turun 25 bps menjadi 5%.
Sepanjang 2025, BI Rate sudah turun 3 kali masing-masing 25 bps. BI Rate saat ini di 5,25% adalah yang terendah sejak Februari 2021.
(rtd/naw)































